Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Kepribadian Hopeless Romantic dalam Percintaan Anak Muda

Imron Arlado • Sabtu, 27 September 2025 | 23:45 WIB
Di tengah arus modernisasi dan perkembangan gaya hidup anak muda. Sumber Foto: Google
Di tengah arus modernisasi dan perkembangan gaya hidup anak muda. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah arus modernisasi dan perkembangan gaya hidup anak muda, konsep cinta tak pernah kehilangan tempatnya.

Meski era digital membawa perubahan besar dalam cara orang berinteraksi, masih banyak generasi muda yang memandang cinta dengan penuh idealisme. Salah satunya adalah mereka yang dikenal dengan istilah hopeless romantic.

Hopeless romantic menggambarkan seseorang yang selalu melihat cinta dari sisi indah, penuh harapan, dan cenderung idealis.

Mereka percaya pada cinta sejati, hubungan yang abadi, serta kisah asmara layaknya film romantis. Bagi hopeless romantic, cinta bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan sesuatu yang sakral dan penuh makna.

Namun, sifat ini sering membuat mereka terjebak antara harapan dan kenyataan. Cinta yang tidak selalu berjalan mulus kadang membawa kekecewaan mendalam bagi jiwa romantis yang rapuh.

 

 

Ciri-Ciri Hopeless Romantic pada Anak Muda:

  1. Percaya pada cinta sejati

 Mereka yakin bahwa setiap orang memiliki seseorang  yang ditakdirkan untuknya.

  1. Mudah jatuh cinta

Perhatian kecil bisa membuat mereka merasa sangat dihargai dan langsung menaruh hati.

  1. Mengidealkan pasangan

Hopeless romantic sering menaruh ekspektasi tinggi pada hubungan, seolah semua harus sempurna.

  1. Menyukai hal-hal romantis klasik

Surat cinta, bunga, atau kejutan kecil dianggap sebagai bentuk cinta yang berharga.

  1. Sulit move on

Ketika hubungan berakhir, mereka cenderung menyimpan luka lebih lama karena benar-benar mendalami perasaan.

Beberapa faktor yang membuat anak muda memiliki kepribadian ini:

Film, drama Korea, novel, hingga lagu romantis membentuk bayangan tentang cinta ideal.

Anak muda masih berada pada fase mencari makna hidup, sehingga cinta sering dipandang sebagai pusat kebahagiaan.

Mereka ingin merasakan cinta yang murni, berbeda dari hubungan yang penuh kompromi di dunia nyata.

 

 

Menjadi seorang hopeless romantic tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah kecenderungan untuk mudah kecewa.

Harapan yang terlalu tinggi sering kali membuat kenyataan terasa jauh dari bayangan indah yang mereka impikan.

Selain itu, ketulusan yang mereka berikan tanpa batas kerap membuat mereka rentan disakiti, terutama jika bertemu dengan orang yang tidak benar-benar serius dalam menjalin hubungan.

Tantangan lainnya adalah kesulitan membedakan antara fantasi dan realita. Tidak semua kisah cinta berjalan layaknya drama romantis, sehingga ketika dihadapkan pada konflik atau kekurangan pasangan.

Hopeless romantic bisa merasa sangat terluka atau bahkan kehilangan arah dalam hubungan.

Menjadi hopeless romantic bukanlah hal yang salah. Justru, di tengah dunia yang sering dipenuhi sikap pragmatis, kehadiran mereka membawa warna tersendiri.

Anak muda dengan jiwa penuh cinta ini mengingatkan kita bahwa cinta sejati masih ada, meski dibutuhkan kebijaksanaan untuk menjalaninya.

Hopeless romantic bisa menjadi kekuatan yang indah selama mampu menerima kenyataan bahwa cinta, selain manis, juga mengandung pahit yang perlu diterima dengan lapang dada. NIYA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#anak muda #konsep cinta #pasangan #kepribadian #Lifestyle #Hopeless Romantic #gaya hidup #faktor