JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Setiap hubungan tentu memiliki permasalahan tersendiri, tak jarang beberapa pasangan mengalami kesalahpahaman.
Beberapa pasangan mungkin menganggap diam adalah solusi ampuh dalam sebuah hubungan. Karena diam, individu mampu menghindari pertikaian. Namun, jika dilakukan dalam hubungan pasangan dan pertemanan akan menentukan arah hubungan ke depan.
Sikap diam disebut dengan istilah silent treatment, seseorang akan memilih langkah diam untuk menghindari konflik. Sikap ini juga sering dikatakan sebagai teknik manipulasi yang membuat suatu masalah tidak kunjung terselesaikan.
Langkah diam yang dipilih bukan sekadar untuk menenangkan diri, namun beberapa orang memilih langkah ini sebagai bentuk hukuman emosional yang disengaja. Sayangnya, banyak Gen Z yang mungkin belum sepenuhnya memahami dampak bahaya yang ditimbulkan karena silent treatment .
1. Berdampak pada komunikasi yang terjalin pada hubungan
Dalam menjalin hubungan, komunikasi menjadi kunci penting keberhasilan hubungan. Degan komunikasi yang buruk berakibat pada hubungan yang tergoncang, gangguan emosional pada pasangan.
Seharusnya dalam hubungan, penyelesaian dengan komunikasi yang baik. Jika pasangan memilih untuk silent treatment, masalah yang seharusnya dapat diselesaikan akan menjadi terabaikan.
Baca Juga: Insecure Karena Media Sosial? Waspadai ‘Comparison Culture’ yang Renggut Mental Gen Z
Menjadikan pasangan terjebak pada hubungan yang intim, berdampak pada lemahnya kepercayaan dan kedekatan antar pasangan.
2. Menciptakan lingkungan beracun
Jika salah satu dari pasanganmu memilih untuk silent treatment, tentu akan menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan penuh ketegangan.
Memilih untuk tidak menyelesaikan masalah justru akan memperburuk keadaan dan menumpuk dendam, dan menjadikan hubungan yang beracun.
3. Perawatan senyap adalah bentuk kekerasan
Rasa sakit yang didapat karena sikap diam menjadi bentuk dari kekerasan. Beberapa korban juga bisa mengalami trauma yang mendalam setelah mendapatkan perawatan diam-diam oleh pasangannya.
4. Merasa dikucilkan dan merasa tidak dianggap
Dampak sikap ini juga bisa memunculkan perasaan yang dikucilkan dan rasa yang tidak dipertimbangkan. Ketika seseorang, terutama dalam sebuah hubungan, secara sengaja diabaikan atau komunikasinya tertutup, hal ini dapat memicu luka batin yang dalam dan merusak rasa harga diri.
Perlakuan diam bukanlah tanda cinta atau kedewasaan. Ini adalah bentuk manipulasi emosional yang merusak. Bagi Gen Z, penting untuk memahami bahaya dari sikap ini agar dapat membangun hubungan yang sehat, jujur, dan penuh komunikasi, demi kesehatan mental dan kebahagiaan bersama.