Itu seperti yang dilakukan Yuni Tiara, warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Peajurit Kulon. Dia mengaku, setiap tahun tak pernah absen membeli beragam pernak-pernik natal. Sebab, pernak-pernik Natal, keluarga maupun tamu yang datang ke rumah tidak bosan dengan hiasan pohon natal yang monoton. ’’Beli perlengkapan untuk Natal harus ganti-ganti tiap tahun. Ya, biar nggak bosan aja sama yang lama, diganti dengan yang baru buat di pohon Natal. Maknanya, Natal kan setahun sekali, harus meriah dan mengundang kebahagiaan buat orang lain,’’ papar ibu tiga anak ini.
Ornamen Natal yang diburunya yakni lonceng, bola-bola, lentera, slinger hingga bunga. Bahkan, Yuni memiliki toko langganan khusus untuk membeli bunga yang dipajang bersamaan pohon natal dirumahnya. ’’Kalau khusus aksesoris bunga, belinya di daerah Batu. Modelnya lebih bagus-bagus dan segar,’’ ulas dia.
Selain berburu pernak-pernik, ada cara tersendiri yang dilakukan warga untuk menyambut perayaan Natal. Seperti tradisi bertukar kado untuk keluarga. ’’Setiap tahun pasti kasih hadiah ke mama papa dan adek, sudah tradisi. Memberi kado di hari Natal bermakna saling mengasihi,’’ ujar Vallene, sapaan akrab Vallene Laurencia Viendry Sujarwo. Hadiah yang diberikan pun beragam. Mulai dari tumbler, foto, jam tangan, atau lilin aromaterapi.
Gadis 19 tahun ini menyebutkan, momen yang ditunggu ketika mendekati Natal, yakni menghias pohon Natal. Meski tak menggunakan ornamen baru, namun menghias pohon natal menjadi agenda rutin setahun sekali. ’’Pohon natal di rumah sudah legendaris, sejak enam tahun lalu. Kalau mendekati Natal baru dihias, tapi kalau nggak ya dibiarkan saja tanpa hiasan,’’ tandas warga Kecamatan Kranggan ini. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah