alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Pembeli Luar Negeri Pun Rela Antre

Manik Topeng Berbahan Limbah Kaca

Manik-manik bermotif topeng belum jamak ditemukan. Namun, di luar negeri, kerajinan hasil daur ulang kaca seukuran korek ini jadi primadona. Bahkan, mereka rela mengantre demi mengoleksi kerajinan tangan yang dipasarkan toko online Indomanik milik Shofrul Mukhlis, 34, tersebut.

TAIWAN, China, dan Rusia. Ke negara-negara itulah manik-manik topeng dieskpor. Manik dengan aneka karakter dijadikan liontin atau gantungan kalung. ’’Kalau di Indonesia bukan pasarnya, tidak jalan. Yang laku justru di luar negeri,’’ kata Shofrul dalam perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto, Jumat (25/3) sore.

Warga Desa Wiyu, Kecamatan Pacet ini sudah memasarkan produk kerajinan berupa manik-manik gelang dan kalung sejak 2015. Aksesori dengan monte berbahan baku limbah kaca itu banyak di pasarkan di dalam negeri. Sekitar tiga tahun kemudian, dia mulai mencoba memproduksi manik topeng. Manik tersebut dibuat oleh perajin asal Trowulan dan Jombang yang sejak awal merintis bisnis telah bekerja padanya.

Kriya berukuran tinggi 4-7 sentimeter dan tebal 2 sentimeter tersebut dibuat secara manual alias tanpa cetakan. Bahan utamanya adalah limbah kaca yang dibeli dari tukang-tukang rongsokan. Shofrul menjelaskan, proses pembuatan dimulai dengan membakar pecahan kaca dengan suhu 1.000 derajat celsius.

Baca Juga :  Senang Bisa Tingkatkan Branding UMKM

Tak semua kaca bisa dibuat kerajinan manik topeng. Selama ini, kaca yang dipakai merupakan pecahan gelas, piring, bohlam, dan kaca rumah. Itu pun tak semuanya masuk. Untuk perabotan gelas dan piring kaca misalnya, hanya produkan Duralex yang bisa jadi manik topeng. ’’Gampangannya yang bahannya tidak dicampur dengan keramik. Kaca yang tidak keras,’’ jelas dia.

Hasil pembakaran menjadi stik kaca atau kaca batangan. Untuk memunculkan warna, dicampurkan manik topeng dari sisa bahan monte yang dilebur ulang. Prose pembuatan motif topeng pun berlangsung dengan membentuk karakter setiap topeng. ’’Jadi ini recycle-nya recycle,’’ kata alumnus Jurusan Bahasa Inggris STKIP Jombang ini.

Pembuatan secara manual itulah yang jadi daya tarik. Tak banyak produk glass tip di dalam maupun luar negeri yang dibuat langsung oleh tangan perajin. Rata-rata cetakan dan motifnya monoton. Berbeda dengan manik miliknya.

Baca Juga :  Jadi Perabot Interior untuk Percantik Ruangan

Setiap lelukan dari hidung sampai bentuk rambut dibentuk secara manual. Hal itu yang membuat manik topeng laris manis di luar negeri. Sebab, karakter dan motifnya bervariasi. Shofrul menyebut, tak ada satu pun manik topeng yang memiliki bentuk sama. Di sisi lain, warnanya juga menyatu dengan bahan utama. Sehingga tak bakal luntur.

Ada beragam motif manik topeng. Biasanya dibuat berseri. Misal seri khas Afrika, Eropa, hingga seri tokoh-tokoh dunia. Pemasaran dilakukan melalui marketplace seperti Alibaba dan Amazon. Selain itu pemasaran juga dilakukan melalui instagram indomanik.

Diakuinya, sekitar 300-500 produk manik topeng bisa dikirim ke laur negeri setiap bulannya. Saking larisnya, bahkan, pembelinya harus antre. ’’Desember lalu overload order. Yo, mereka harus sabar,’’ ungkapnya. Satu buah manik topeng paling murah 4-5 dollar atau Rp 70-75 ribu. Pengiriman ke luar negeri dilakukan secara partai yakni minimal 50 item. (adi/fen)

Manik Topeng Berbahan Limbah Kaca

Manik-manik bermotif topeng belum jamak ditemukan. Namun, di luar negeri, kerajinan hasil daur ulang kaca seukuran korek ini jadi primadona. Bahkan, mereka rela mengantre demi mengoleksi kerajinan tangan yang dipasarkan toko online Indomanik milik Shofrul Mukhlis, 34, tersebut.

TAIWAN, China, dan Rusia. Ke negara-negara itulah manik-manik topeng dieskpor. Manik dengan aneka karakter dijadikan liontin atau gantungan kalung. ’’Kalau di Indonesia bukan pasarnya, tidak jalan. Yang laku justru di luar negeri,’’ kata Shofrul dalam perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto, Jumat (25/3) sore.

Warga Desa Wiyu, Kecamatan Pacet ini sudah memasarkan produk kerajinan berupa manik-manik gelang dan kalung sejak 2015. Aksesori dengan monte berbahan baku limbah kaca itu banyak di pasarkan di dalam negeri. Sekitar tiga tahun kemudian, dia mulai mencoba memproduksi manik topeng. Manik tersebut dibuat oleh perajin asal Trowulan dan Jombang yang sejak awal merintis bisnis telah bekerja padanya.

Kriya berukuran tinggi 4-7 sentimeter dan tebal 2 sentimeter tersebut dibuat secara manual alias tanpa cetakan. Bahan utamanya adalah limbah kaca yang dibeli dari tukang-tukang rongsokan. Shofrul menjelaskan, proses pembuatan dimulai dengan membakar pecahan kaca dengan suhu 1.000 derajat celsius.

Baca Juga :  Dua Kali Ekspor ke Filipina dan Brunei

Tak semua kaca bisa dibuat kerajinan manik topeng. Selama ini, kaca yang dipakai merupakan pecahan gelas, piring, bohlam, dan kaca rumah. Itu pun tak semuanya masuk. Untuk perabotan gelas dan piring kaca misalnya, hanya produkan Duralex yang bisa jadi manik topeng. ’’Gampangannya yang bahannya tidak dicampur dengan keramik. Kaca yang tidak keras,’’ jelas dia.

- Advertisement -

Hasil pembakaran menjadi stik kaca atau kaca batangan. Untuk memunculkan warna, dicampurkan manik topeng dari sisa bahan monte yang dilebur ulang. Prose pembuatan motif topeng pun berlangsung dengan membentuk karakter setiap topeng. ’’Jadi ini recycle-nya recycle,’’ kata alumnus Jurusan Bahasa Inggris STKIP Jombang ini.

Pembuatan secara manual itulah yang jadi daya tarik. Tak banyak produk glass tip di dalam maupun luar negeri yang dibuat langsung oleh tangan perajin. Rata-rata cetakan dan motifnya monoton. Berbeda dengan manik miliknya.

Baca Juga :  Nasi Goreng Iga Bikin Lega

Setiap lelukan dari hidung sampai bentuk rambut dibentuk secara manual. Hal itu yang membuat manik topeng laris manis di luar negeri. Sebab, karakter dan motifnya bervariasi. Shofrul menyebut, tak ada satu pun manik topeng yang memiliki bentuk sama. Di sisi lain, warnanya juga menyatu dengan bahan utama. Sehingga tak bakal luntur.

Ada beragam motif manik topeng. Biasanya dibuat berseri. Misal seri khas Afrika, Eropa, hingga seri tokoh-tokoh dunia. Pemasaran dilakukan melalui marketplace seperti Alibaba dan Amazon. Selain itu pemasaran juga dilakukan melalui instagram indomanik.

Diakuinya, sekitar 300-500 produk manik topeng bisa dikirim ke laur negeri setiap bulannya. Saking larisnya, bahkan, pembelinya harus antre. ’’Desember lalu overload order. Yo, mereka harus sabar,’’ ungkapnya. Satu buah manik topeng paling murah 4-5 dollar atau Rp 70-75 ribu. Pengiriman ke luar negeri dilakukan secara partai yakni minimal 50 item. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Hantam PJU, Taft Terguling

Diduga Konslet, Bachoe Terbakar

Suguhkan View Welirang dan Anjasmoro

36.000 Liter Migor Laris Manis

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/