alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Eksistensi Onde-Onde di Mojokerto, Sudah Digemari Sejak 1929

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Onde-onde menjadi salah satu buah tangan khas Mojokerto yang paling banyak diburu. Nyatanya, jajanan pasar yang memiliki cita rasa manis dan khas dengan wijennya ini sudah menjadi primadona sejak zaman penjajahan dulu.

Toko Onde-onde Bo Liem di Jalan Empunala Kota Mojokerto salah satu toko legendaris yang sudah berdiri sejak 1929 silam. Dikelola selama tiga generasi, toko ini nyatanya sudah laris menjual onde-onde dengan rasa khas tersebut. ’’Dulu yang mendirikan dari nenek panggilannya Mak Bo Liem, jualannya langsung di toko gitu. Resepnya diturunkan ke anak-anaknya sampai sekarang dan sudah berjalan tiga generasi,’’ ucap pemilik toko Onde-onde Bo Liem Elly Krisnayana, kemarin.

Elly menuturkan, sejak dulu, toko milik sang nenek kerap jadi jujukan banyak pelanggan. Pada tahun tersebut, Elly mengaku, banyak warga Mojokerto yang rutin membeli onde-onde yang dulunya berlokasi di Jalan Niaga itu. ’’Maklum, dulu belum ada toko kue, jadi yang beli justru warga Mojokerto sendiri. Sekarang malah larisnya justru pendatang yang mencari Onde-onde,’’ paparnya.

Baca Juga :  Jokowi Lima Kali Sebut Relawan "Ojo Kesusu" Capres-Cawapres

Kendati demikian, meskipun sudah banyak toko roti yang berdiri, Onde-onde Bo Liem masih tetap eksis. Terhitung, kini produk onde-onde yang berpusat di Jalan Empunala ini berusia 93 tahun. Elly menjelaskan, resep serta citarasa onde-onde ini tak pernah berubah sejak dulu sehingga kualitasnya tetap terjaga. ’’Onde-onde Bo Liem ini bisa bertahan maksimal sehari, juga tanpa pengawet. Kita tetaap mempertahankan kualitasnya mulai dari pengolahannya serta saat digoreng. Sehingga, rasanya tetap sama seperti awal berdiri dulu,’’ jelas wanita 40 tahun ini.

Dikatakannya, Onde-onde Bo Liem dulunya memang hanya menyediakan isian kacang hijau saja. Namun, kini sudah tersedia dengan berbagai varian isian. Mulai dari keju, pisang, coklat, hingga durian, dan taro. ’’Karena saat ini sudah inovasi juga, jadi tidak monoton rasanya original saja. Pembeli bisa memilih isian dengan berbagai varian rasa,’’ ulasnya. Dalam sehari, Elly mengaku bisa menjual kurang lebih 1.000 biji onde-onde. Permintaan naik ketika hari libur, kurang lebih ada 2.000-3.000 biji yang bisa disajikan ke pembeli dalam sehari.

Baca Juga :  Nasi Goreng Iga Bikin Lega

Proses pembuatan Onde-onde Bo Liem ini juga terbilang unik. Sebab, di depan toko, pembeli bisa langsung melihat prosesnya. Mulai dari proses pembentukan onde-onde hingga saat digoreng dalam wajan yang berukuran cukup besar. ’’Untuk menjaga kualitas, kami menyediakan onde-onde secara fresh untuk pelanggan. Apalagi, ketahanannya kan hanya 24 jam, jadi saat disajikan ke pembeli harus fresh. Makanya proses pembuatannya kita sajikan langsung di depan pembeli,’’ tandasnya. (oce/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Onde-onde menjadi salah satu buah tangan khas Mojokerto yang paling banyak diburu. Nyatanya, jajanan pasar yang memiliki cita rasa manis dan khas dengan wijennya ini sudah menjadi primadona sejak zaman penjajahan dulu.

Toko Onde-onde Bo Liem di Jalan Empunala Kota Mojokerto salah satu toko legendaris yang sudah berdiri sejak 1929 silam. Dikelola selama tiga generasi, toko ini nyatanya sudah laris menjual onde-onde dengan rasa khas tersebut. ’’Dulu yang mendirikan dari nenek panggilannya Mak Bo Liem, jualannya langsung di toko gitu. Resepnya diturunkan ke anak-anaknya sampai sekarang dan sudah berjalan tiga generasi,’’ ucap pemilik toko Onde-onde Bo Liem Elly Krisnayana, kemarin.

Elly menuturkan, sejak dulu, toko milik sang nenek kerap jadi jujukan banyak pelanggan. Pada tahun tersebut, Elly mengaku, banyak warga Mojokerto yang rutin membeli onde-onde yang dulunya berlokasi di Jalan Niaga itu. ’’Maklum, dulu belum ada toko kue, jadi yang beli justru warga Mojokerto sendiri. Sekarang malah larisnya justru pendatang yang mencari Onde-onde,’’ paparnya.

Baca Juga :  Sedikit Lagi Tembus 20 Besar

Kendati demikian, meskipun sudah banyak toko roti yang berdiri, Onde-onde Bo Liem masih tetap eksis. Terhitung, kini produk onde-onde yang berpusat di Jalan Empunala ini berusia 93 tahun. Elly menjelaskan, resep serta citarasa onde-onde ini tak pernah berubah sejak dulu sehingga kualitasnya tetap terjaga. ’’Onde-onde Bo Liem ini bisa bertahan maksimal sehari, juga tanpa pengawet. Kita tetaap mempertahankan kualitasnya mulai dari pengolahannya serta saat digoreng. Sehingga, rasanya tetap sama seperti awal berdiri dulu,’’ jelas wanita 40 tahun ini.

Dikatakannya, Onde-onde Bo Liem dulunya memang hanya menyediakan isian kacang hijau saja. Namun, kini sudah tersedia dengan berbagai varian isian. Mulai dari keju, pisang, coklat, hingga durian, dan taro. ’’Karena saat ini sudah inovasi juga, jadi tidak monoton rasanya original saja. Pembeli bisa memilih isian dengan berbagai varian rasa,’’ ulasnya. Dalam sehari, Elly mengaku bisa menjual kurang lebih 1.000 biji onde-onde. Permintaan naik ketika hari libur, kurang lebih ada 2.000-3.000 biji yang bisa disajikan ke pembeli dalam sehari.

Baca Juga :  Legitnya Sampai Ujung Lidah

Proses pembuatan Onde-onde Bo Liem ini juga terbilang unik. Sebab, di depan toko, pembeli bisa langsung melihat prosesnya. Mulai dari proses pembentukan onde-onde hingga saat digoreng dalam wajan yang berukuran cukup besar. ’’Untuk menjaga kualitas, kami menyediakan onde-onde secara fresh untuk pelanggan. Apalagi, ketahanannya kan hanya 24 jam, jadi saat disajikan ke pembeli harus fresh. Makanya proses pembuatannya kita sajikan langsung di depan pembeli,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/