alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ancang-ancang Mudik dan Siapkan Buah Tangan

Membayar Rindu Momen Lebaran

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling dinanti untuk berkumpul bersama keluarga besar. Apalagi, pandemi Covid-19 dalam kurun dua tahun terakhir sempat menjadi penghalang untuk mempererat tali silaturahmi.

SEIRING dengan melandainya kasus aktif dan pelonggaran aturan, Lebaran tahun 2022 ini akan menjadi kesempatan untuk bisa kembali berjabat tangan dengan sanak famili. Khususnya bagi perantau yang kini telah mempersiapkan diri untuk pulang ke kampung halaman.

Nur Iswanto, 30, telah menyiapkan rencana untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini. Sebelumnya, kesempatan pulang kampung tersebut tak didapatkannya dalam dua musim Lebaran di masa pamdemi. ’’Sekarang sudah persiapan cari-cari tiket, karena sudah tidak ada larangan mudik lagi,’’ terang warga Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini yang sudah lima tahun merantau di Sampit, Kalimantan Tengah ini.

Baca Juga :  Melek Investasi di Kala Muda, Bank Digital Bisa Jadi Pilihan

Menurutnya, pelonggaran mudik Lebaran telah disambut antusias bagi perantau lainnya di tanah Borneo. Sebab, di pertengahan Ramadan, dia mengaku sudah kesulitan mendapatkan tiket pesawat. Kalaupun ada, harganya sudah melambung.

Tak hanya transportasi udara, tiket untuk moda kapal laut pun juga telah ludes terjual. ’’Rata-rata sudah habis. Jadi waktu mudiknya terpaksa mundur pada H-1 atau pas di hari Lebaran nanti,’’ paparnya.

Kendati demikian, dirinya tetap merasa bersyukur karena berkesempatan untuk pulang. Apalagi, momen Lebaran tahun ini terasa lebih spesial karena dia telah dikaruniai buah hati yang akan dikenalkan dengan keluarga besarnya di Mojokerto nanti.

Tak sekadar melepas rindu dan saling bermaaf-maafan, sejumlah buah tangan pun telah dipersiapkan. Demikian denngan uang kertas baru pun juga siap dibagikan kepada anggota keluraganya. ’’Karena sudah lama tak pulang, itung-itung juga berbagi rezeki lah,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Tren Jilbab Pashmina Tanpa Peniti , Dipakai Acara Formal sampai Pernikahan

Di sisi lain, beberapa oleh-oleh kudapan atau makanan khas dari Kalimantan juga akan disuguhkan ke tamu yang datang. Tak hanya berjabat tangan dengan keluarga, kesempatan mudik Lebaran juga rencananya digunakan untuk reuni dengan teman-teman lamanya. ’’Karena kesempatan di Mojokerto nanti juga tidak bisa berlama-lama,’’ ulasnya. (ram/fen)

Membayar Rindu Momen Lebaran

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling dinanti untuk berkumpul bersama keluarga besar. Apalagi, pandemi Covid-19 dalam kurun dua tahun terakhir sempat menjadi penghalang untuk mempererat tali silaturahmi.

SEIRING dengan melandainya kasus aktif dan pelonggaran aturan, Lebaran tahun 2022 ini akan menjadi kesempatan untuk bisa kembali berjabat tangan dengan sanak famili. Khususnya bagi perantau yang kini telah mempersiapkan diri untuk pulang ke kampung halaman.

Nur Iswanto, 30, telah menyiapkan rencana untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini. Sebelumnya, kesempatan pulang kampung tersebut tak didapatkannya dalam dua musim Lebaran di masa pamdemi. ’’Sekarang sudah persiapan cari-cari tiket, karena sudah tidak ada larangan mudik lagi,’’ terang warga Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini yang sudah lima tahun merantau di Sampit, Kalimantan Tengah ini.

Baca Juga :  Tren Jilbab Pashmina Tanpa Peniti, Simpel Sekaligus Modis

Menurutnya, pelonggaran mudik Lebaran telah disambut antusias bagi perantau lainnya di tanah Borneo. Sebab, di pertengahan Ramadan, dia mengaku sudah kesulitan mendapatkan tiket pesawat. Kalaupun ada, harganya sudah melambung.

Tak hanya transportasi udara, tiket untuk moda kapal laut pun juga telah ludes terjual. ’’Rata-rata sudah habis. Jadi waktu mudiknya terpaksa mundur pada H-1 atau pas di hari Lebaran nanti,’’ paparnya.

- Advertisement -

Kendati demikian, dirinya tetap merasa bersyukur karena berkesempatan untuk pulang. Apalagi, momen Lebaran tahun ini terasa lebih spesial karena dia telah dikaruniai buah hati yang akan dikenalkan dengan keluarga besarnya di Mojokerto nanti.

Tak sekadar melepas rindu dan saling bermaaf-maafan, sejumlah buah tangan pun telah dipersiapkan. Demikian denngan uang kertas baru pun juga siap dibagikan kepada anggota keluraganya. ’’Karena sudah lama tak pulang, itung-itung juga berbagi rezeki lah,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Film KKN di Desa Penari Diminati di Malaysia

Di sisi lain, beberapa oleh-oleh kudapan atau makanan khas dari Kalimantan juga akan disuguhkan ke tamu yang datang. Tak hanya berjabat tangan dengan keluarga, kesempatan mudik Lebaran juga rencananya digunakan untuk reuni dengan teman-teman lamanya. ’’Karena kesempatan di Mojokerto nanti juga tidak bisa berlama-lama,’’ ulasnya. (ram/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/