Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Penggunaan Food Storage

Lebih Praktis dan Rapi

16 Oktober 2021, 11: 20: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Lebih Praktis dan Rapi

RAPI: Penggunaan food storage di dalam dapur menambah kesan rapi dan praktis (Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

FOOD storage kian digandrungi masyarakat. Lantaran, penyimpanan bahan makanan itu menggunakan toples yang punya nilai plus tersendiri.

Seperti diakui Fepi Anggraeni, warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, yang kepincut food storage dari media sosial sejak dua bulan terakhir. Dianggapnya, food storage membuat dapur lebih rapi dan bersih. Bumbu dapur bisa tertata rapi dalam toples dalam rak dinding. Sekaligus mempercantik dapur lantaran punya nilai estetis. ’’Sudah sekitar dua bulan, ya gara-gara di Instagram itu. Pakai gini khan supaya bisa terlihat lebih rapi,’’ ujarnya.

Fepi memakai food storage toples berbahan kaca dan plastik. Toples kaca untuk bumbu dapur dan toples plastik untuk bahan yang disimpan di kulkas. Ukurannya bervariatif mulai dari 350 mililiter (ml), 750 ml, hingga 1300 ml. Toples kaca untuk bahan dapur lantaran tahan panas saat memasak. Di kulkas, ia menggunakan toples plastik. Itu untuk menyimpan makanan segar layaknya sayur, buah, hingga masakan.

Baca juga: Lebih Nyaman Pakai Aksesori

Menurutnya, makanan kering lebih awet ketika disimpan dalam toples plastik. ’’Lebih awet kalau pakai bahan plastik, tapi bawahnya saya kasih tisu. Kalau buah sama sayur ndak usah, itu kan langsung dibuat jus atau masak,’’ terang ibu tiga anak itu.

Ditambahkan, food storage makanan dalam kulkas dirasa perlu. Sebab, bahan makanan bisa kisut saat langsung terpapar dingin. ’’Kalau terlalu dingin atau kelamaan (di dalam kulkas) ya bisa rusak gitu (kisut). Kalau pakai ini kan lebih awet bagusnya,’’ imbuhnya.

Para ibu rumah tangga tak perlu risau menggunakan toples plastik. Selain praktis, pun aman ketika digunakan. Ia kerap meninggalkan masakan jadi di dalam kulkas saat ada kegiatan luar. Sehingga, anak dan suami hanya tinggal menghangatkan masakan ke dalam oven microwave. ’’Jadi, kalau mau makan ya tinggal dipanasin ke microwave,’’ ucap perempuan asli Blitar itu.

Dia merasa aman lantaran terdapat tanda standar microwave oven safe pada sejumlah toples plastik. Sehingga, aman saat wadah itu turut dipanaskan di oven. Meski begitu, diakuinya terdapat toples plastik yang sekali pakai buang. ’’Ada, itu pakai klep yang sekali dibuka langsung rusak. Kalau habis dipakai, terus mau dipakai lagi, menutupnya sudah ndak rapet. Terus pinggir-pingger tutupnya itu tajam, jadi langsung dibuang aja,’’ paparnya.

Diakuinya, Fepi punya puluhan toples food storage. Harganya pun variatif. Mulai Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu. Bahkan, ia turut membeli rak dinding guna khusus meletakkan toples tersebut. ’’Ada juga stiker khusus buat tandanya ini, garam dna gula. Beli Rp 15 ribu dapat 50 stiker. Kalau toples plastik ini satu paket isi 10 harganya Rp 60 ribu. Memang kita carinya yang murah ya, biar hemat,’’ tukasnya sembari tertawa. (vad/fen)

(mj/VAD/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia