Selasa, 26 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Minat Perempuan terhadap Perhiasan

Yang Muda Percantik Diri, Yang Tua Investasi

10 Oktober 2021, 12: 35: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Yang Muda Percantik Diri, Yang Tua Investasi

PERHIASAN EMAS: Kalangan perempuan sekarang ini menyukai perhiasan emas model pabrikan (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Merias diri dengan pernak-pernik perhiasan mulai ditinggalkan. Gairah terhadap emas bukan lagi soal kuantitas. Melainkan pada bentuk yang paling kekinian. Selain itu, terdapat pula pergeseran kebutuhan. Yakni, dari alat penunjang penampilan menjadi kebutuhan investasi.

Perubahan tren ini setidaknya dapat diamati sejak Covid-19 merebak. Terdapat semacam gejolak sosial dan psikologi yang mengubah banyak gaya hidup masyarakat. ’’Pandemi sangat berpengaruh pada minat pembeli,’’ ucap Gede Sidarta, pemilik Toko Perhiasan Semeru, Jumat (9/10).

Gede melihat perubahan itu setidaknya ditandai dengan grafik pengunjung toko emas miliknya yang berada di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto tersebut. Ada penurunan signifikan terhadap penjualan perhiasan emas. ’’Dulu (sebelum pandemi) kalau tanggal muda gini banyak yang beli. Sekarang kalau tanggal muda malah banyak yang jual,’’ selorohnya.

Baca juga: Tak Risih Demi Jaga Diri

Dia menilai, tekanan ekononi membuat masyarakat harus pintar-pintar menata skala prioritas. Emas, bukan kebutuhan pokok. Sehingga mudah saja jika para pembeli lebih mementingkan kebutuhan sehari-hari. Memang tidak semua pembelinya kabur. Setiap hari, masih saja ada pengunjung yang datang silih ganti.

Tapi, sebagian besar dari mereka datang untuk menjual barang berharganya. Lebih dari itu, saat ini juga tidak lagi tampak gairah masyarakat memborong emas pada momen-momen tertentu. Misal, momen hari besar yang sering ditandai dengan perilaku memborong perhiasan. ’’Sekarang sudah tidak ada sama sekali. Ya, karena pandemi ini,’’ terang pria yang menggeluti dunia perhiasan sejak tahun 1980-an tersebut.

Selain itu, belakangan juga muncul pergeseran minat terhadap jenis dan model perhiasan. Masyarakat saat ini cenderung tertarik pada bentuk perhiasan pabrikan. Yang ditandai dengan bentuknya yang minimalis dan dinilai berkarakter. ’’Emas yang kecil-kecil itu. Bentuknya mungkin lebih modis. Modelnya bagus-bagus dan bermacam-macam,’’ jelas pria 66 tahun itu.

Tak heran, jika permintaan tukar tambah emas kini sering dijumpai. Pengunjung menjual perhiasan untuk diganti dengan model emas yang terkini. ’’Kalau yang model-model pabrikan itu (minat pembeli) masih tinggi,’’ terangnya. Hal ini lebih banyak dijumpai pada pengunjung usia muda. Aktualisasi diri ditunjang dengan aksesori perhiasan kekinian.

Berbeda lagi dengan kalangan usia rumah tangga yang membeli emas untuk kebutuhan tabungan. Lebih-lebih untuk mempercantik diri. Kelompok usia ini menjadikan perhiasan sebagai barang investasi. Mereka akan membeli emas saat punya uang lebih dan menjualnya ketika butuh dana tambahan. ’’Kalau yang muda-muda itu untuk merias diri. Biasanya dengan model yang baru. Kalau yang tua-tua lebih banyak jadi tabungan,’’ papar Gede. (adi/fen)

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia