Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Puding Sedot Espreso

Kopi dengan Sensasi Cincau

10 Oktober 2021, 13: 45: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Kopi dengan Sensasi Cincau

KREASI BARU: Barista mengolah biji kopi giling dengan mesin espreso untuk dijadikan bahan pudot espreso di Cafe Echo SMKN 1 Dlanggu (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Banyak cara untuk bisa memasyarakatkan kopi. Salah satunya dengan mengkreasikan varian yang disukai semua kalangan. Seperti puding sedot (pudot) espreso. Olahan minuman kopi ini tak sekadar menawarkan berbagai aneka rasa, tetapi juga menciptakan sensasi menikmati kopi dengan cara yang berbeda.

Pudot espreso merupakan salah satu hasil kreasi dari barista yang masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Mojokerto. Sesuai namanya, olahan tersebut merupakan hasil perpaduan minuman dari bahan dasar kopi dan puding. ’’Kalau menikmati kopi dengan cara diseduh dan dalam keadaan panas kan sudah biasa. Nah, varian pudot espreso ini merupakan cara menikmati kopi dingin dengan menggunakan sedotan,’’ terang Nelis Susanti pembimbing ekstrakurikuler (ekskul) barista SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Nelis menjelaskan, proses pembuatan pudot espreso relatif cukup sederhana. Dimulai dari bahan biji kopi asli yang telah di-grinder. Kemudian diproses dengan mesin espreso hingga menghasilkan sari pati kopi atau espreso. Menurutnya, biji kopi yang digunakan merupakan hasil blending antara robusta dan arabika. ’’Dalam espreso akan muncul perpaduan rasa asam, manis, dan pahit,’’ ulasnya.

Baca juga: Berbalut Sensasi Rempah

Selain itu, untuk membuat pudot espreso juga membutuhkan olahan puding. Nelis menjelaskan, puding dibuat dengan bahan susu segar. Serta ditambah gula atau sirup secukupnya sebagai pemanisnya. Sedangkan varian rasa bisa ditambahkan sesuai selera. Ketua kompetensi keahlian boga SMKN 1 Dlanggu ini menyebutkan, terdapat empat pilihan rasa yang bisa dibuat pudot espreso. Meliputi red velvet, mocca atau oklat, avocado, dan taro.

Di samping menambah perpaduan rasa, varian tersebut juga bisa mempercantik pudot espreso dengan beragam warna menarik. Seluruh bahan selanjutnya di-mix dengan cara direbus dengan bubuk puding atau agar-agar. ’’Setelah proses perebusan selesai, baru espreso dimasukkan jadi satu," tandasnya.

Sedangkan untuk sentuhan akhir dilakukan pengemasan ke dalam wadah botol plastik. Proses tersebut dilakukan setelah suhu sudah turun kisaran 60-70 derajat Celcius. Perpaduan espreso, susu, dan puding mampu menciptakan minuman yang cukup memanjakan lidah dengan tekstur kekenyalan yang smooth. ’’Sehingga memunculkan sensasi minum kopi seperti minum cincau. Karena cara menikmati pudot espreso diminum pakai sedotan,’’ tandasnya.

Dengan penampilan yang lebih menarik dan banyak varian rasa, maka pudot espreso lebih banyak diminati oleh kalangan anak-anak hingga remaja. Selain itu, minuman kopi kemasan ini juga lebih mudah untuk disimpan dan dibawa. ’’Kalau espreso kan identik usia remaja ke atas. Dan cara menikmatinya juga di cangkir kecil diseduh di tempat. Tapi, pudot espreso tidak ada batasan usia, siapapun bisa menikmati dan bisa dinikmati kapan saja dan di mana saja,’’ tandasnya. (ram/fen)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia