Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Mengintip Rupa Seni Lukis

Apresiasi Kian Berkembang

09 Januari 2022, 11: 45: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Apresiasi Kian Berkembang

LEBIH MODERN: Sejumlah karya milik Joni Ramlan yang terpajang di art space miliknya di Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging. (Indah Oceananda/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Bergulirnya zaman turut membawa pengaruh perkembangan seni lukis. Seiring beragamnya aliran lukisan, apresiasi masyarakat terhadap seni lukis turut berkembang pula.

Demikian diungkapkan Ketua Aliansi Seni Rupa Mojokerto (ASRM) Priyok Dinasti. Sekitar tahun 1980 sampai 1990-an, ragam aliran lukisan masih sangat pakem. Mulai dari aliran realisme, abstrak, naturalisme, kubisme hingga ekspresionisme. Berbagai aliran ini, lanjutnya, membuat pelukis harus berkarya sesuai aturan. Termasuk, menggambar obyeknya.

Di lain sisi, karya yang dihasilkan itu juga bakal dijual dan dinantikan hasilnya untuk mencukupi kebutuhan hidup. ’’Dulu, alirannya masih belum sebanyak dan seberani sekarang. Makanya, karena ada pembatasan seperti itu (aturan dalam aliran melukis), kita menghasilkan karya juga mikir-mikir, gambar apapun takut laku atau nggak,’’ ujarnya.

Baca juga: Nyaman Dipakai Kerja, Trendi untuk Kongko

Cak Priyok-sapaan akrabnya-melanjutkan semenjak tahun 2003, dunia lukis mulai terpengaruh beragam aliran dari luar negeri. Salah satunya ditandai dengan masuknya aliran kontemporer. Aliran ini mengedepankan kebebasan dalam berkarya.

Priyok menyebutkan aliran ini sangat cocok disandingkan dengan era kehidupan saat ini yang lebih modern. Para seniman tak lagi terikat pada aturan aliran. ’’Pergeseran zaman, sih. Karena dulu dan sekarang jelas beda. Dulu, masyarakat masih belum terlalu paham seni, sekarang sudah beda. Termasuk dengan adanya aliran kontemporer itu, jadi titik awal pemahaman seni modern di masyarakat,’’ bebernya.

Soal hasil penjualan karya seni, dulu harus dibagi separuh untuk pengembangan karya dan separuh untuk pelukis. Kini, beberapa pelukis sudah mengubah manajemen pengelolaan hasil karya seninya. Ada yang digunakan langsung mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun, ada juga yang digunakan untuk pengembangan karya. ’’Idealisme para seniman mengalir akhirnya. Namun, tidak dipungkiri juga masih banyak pelukis yang berkutat pada kepuasan money oriented bukan karena puas dengan karyanya,’’ bebernya. (oce/fen)

(mj/OCE/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia