Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Lifestyle
icon featured
Lifestyle

Rental Alat Mendaki Cocok untuk Pemula

03 April 2021, 11: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Rental Alat Mendaki Cocok untuk Pemula

Untuk pendaki pemula dan hanya sekadar berwisata ke gunung, tak perlu membeli peralatan hiking yang mahal. Cukup sewa saja dengan harga yang sangat murah. (Sofan Kurniawan/Radarmojokerto.jawapos.com)

Share this      

MENDAKI kian digemari. Dari naik gunung maupun sekadar camping bersama keluarga. Beragam kemudahan menjadi alasan banyak pendaki enggan membeli alat sendiri. Tren baru ini selaras dengan menjamurnya rental perelengkapan mendaki. Jasa sewa membuat naik gunung tak lagi menjadi hobi yang mahal.

Mendaki gunung butuh banyak perlengkapan. Tak jarang, para pendaki memanfaatkan jasa rental alat pendakian. Khususnya para pekerja kantoran yang mendaki gunung sebagai aktivitas melepas penat saat liburan.

Pengakuan ini disampaikan May Vendra Riesa Hadi Purnomo. Pemilik Grass Adventure Mojokerto itu mulai kebanjiran penyewa alat mendaki seiring mulai dibukanya kembali gunung-gunung untuk kegiatan pendakian. ”Sekarang (jumlah penyewa alat pendakian) mulai up (naik) lagi. Soalnya gunung-gunung seperti Welirang dan Semeru sudah dibuka,” ungkap May Vendra.

Baca juga: Upgrade Audio, Prestise di Ruang Bagasi

Menurutnya, barang yang disewa didominasi jenis peralatan camping. Terutama, tenda serta tas carrier (tas gunung). ”Lebih ke peralatannya, bukan fashion-nya. Seperti jaket atau sepatu,” imbuh pemilik jasa rental yang berada di kompleks ruko Jalan Wijaya Kusuma, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, ini.

Pria 31 tahun ini menambahkan, para pendaki yang menyewa alat biasanya bukanlah orang-orang yang rutin mendaki. Sebagian besar berasal dari kalangan pekerja kantoran, anak-anak sekolah, maupun pasangan rumah tangga. Mereka hanya melakukan kegiatan mendaki pada saat-saat tertentu. Seperti akhir pekan atau momen libur panjang.

Kebutuhan temporal itu dirasa tak sebanding jika harus membeli seabrek peralatan mendaki yang harganya bukan main. Untuk tenda kapasitas dua orang saja, rata-rata menyentuh harga Rp 1 juta. Sedangkan, tas carrier berukuran 35-50 liter, yang ideal untuk pendakian dua hari, juga berada di kisaran Rp 1 juta. Belum lagi kebutuhan lain seperti matras, sleeping bag (kantong tidur), maupun nesting.

Rincian ini bisa dibandingkan dengan harga sewa tenda kapasitas dua orang yang hanya Rp 25 ribu per 24 jam. Tas carrier Rp 20 ribu. Dan perlengkapan pokok lain yang disewakan dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 5 ribu saja.

Perbandingan ini, menurut May Vendra, membuat banyak orang berpikir ulang membeli alat-alat pendakian. Poinnya ada pada pertimbangan intensitas penggunakan saja. Sehingga tak heran jika mereka lebih senang mengandalkan jasa rental. ”Otomatis mereka berpikir dua kali. Karena barang outdoor yang tidak dipakai secara kontinyu bisa rusak. Terus, harganya pun lumayan (mahal), bergantung kualitasnya,” timpal bapak dua anak ini.

Namun demikian, memiliki alat pendakian sendiri tentunya tetap dibutuhkan bagi mereka yang memang bergelut di bidang tersebut. Bagi pendaki yang mulai serius dan ingin mendalami kegiatan outdoor dengan rutin, May Vendra menyarankan supaya membeli alat-alat printilan lebih dulu. ”Yang murah tapi sangat penting. Seperi Sleeping bag, jaket, sandal, yang untuk pribadi lah,” tutup pria asli Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo ini. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia