SEBANYAK 30 pelaku UMKM di Kabupaten dan Kota Mojokerto mendapat pembekalan penting tentang kandungan gizi dalam makanan ringan melalui program penyuluhan yang digelar oleh Indonesia Healthcare Corporation (IHC) Rumah Sakit (RS) Gatoel bersama Rumah BUMN Pertamina, Rabu (27/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap standar gizi dan kesehatan dalam produksi pangan lokal. Head of Corporate Secretary PT Nusantara Medika Utama (NMU) dr Abdi Agus Youandi, MMRS menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pilar kesehatan. ’’Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat berlanjut dan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM Rumah BUMN di Jawa Timur, khususnya di Mojokerto,’’ terangnya.
Wakil Direktur Administrasi, Keuangan,& SDM RS Gatoel Suzan Titi Ardian memberikan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi UMKM di Mojokerto. ’’Kabupaten dan Kota Mojokerto ini sangat potensial, dan kami siap mendukung pelaku UMKM agar terus berkembang,’’ ujarnya.
Altrian P. Adi, CFO Rumah BUMN (RB) Jatim 1 mengapresiasi kegiatan ini dan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM lokal. Ia juga menyoroti perlunya pembinaan lanjutan, terutama bagi ibu-ibu pelaku UMKM, dalam hal komunikasi dan pengembangan produk agar lebih kompetitif dan berdaya saing. ’’Karena untuk menjalankan usaha pun juga perlu daya saing. Tidak sekadar membutuhkan bantuan modal, para pelaku UMKM ini juga butuh ada pendampingan atau pelatihan untuk upgrade skill kedepannya,’’ kata dia. Penyuluhan ini menjadi bukti sinergisitas antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang sehat dan berkelanjutan. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi