Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kenali 7 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Sering Diabaikan

Imron Arlado • Jumat, 5 September 2025 | 05:16 WIB
Ilustrasi Tubuh Kelebihan Gula
Ilustrasi Tubuh Kelebihan Gula

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kadar gula dalam tubuh yang terlalu tinggi bisa menyebabkan berbagai gejala yang sering tidak disadari. Banyak orang tidak menyadari tanda-tanda ini, tetapi mengabaikannya bisa memperburuk kesehatan dan meningkatkan risiko terkena penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga masalah mental.

Sayangnya masyarakat Indonesia sangat gemar mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), bahkan tingkat konsumsinya tertinggi di Asia Pasifik. Rata-rata, minuman dalam kemasan mengandung 22,8 gram gula per 250 ml, yang setara dengan 45,6% dari batas konsumsi gula yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

Dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tercatat bahwa 47,5% penduduk Indonesia berusia 3 tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari. Sementara itu, 43,3% lainnya mengonsumsinya 1 sampai 6 kali dalam seminggu.

Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala yang muncul akibat konsumsi gula berlebihan agar bisa segera mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Berikut Tanda Tubuh Kelebihan Gula:

  1. Rasa Lapar yang Terus-menerus dan Peningkatan Berat Badan.

Ketika makanan manis dikonsumsi tanpa didampingi nutrisi seperti protein, serat, dan lemak sehat, tubuh akan cepat mencerna gula tersebut. Akibatnya, rasa lapar kembali muncul lebih cepat, yang bisa memicu kebiasaan makan berlebihan dan sulit dikontrol.

Selain itu, gula berlebih juga mengganggu hormon leptin yang bertugas mengurangi rasa lapar. Akibatnya, seseorang jadi ingin mengonsumsi gula lagi, menciptakan lingkaran setan kenaikan berat badan.

  1. Perubahan Rasa Manis Pada Makanan.

Jika seseorang merasa makanan yang dulu cukup manis kini terasa hambar, kemungkinan tubuh sudah terbiasa dengan gula berlebih. Otak mulai menuntut rasa manis yang lebih tinggi pada setiap makanan.

Hal ini membuat orang kesulitan menikmati makanan dengan kadar gula rendah.

  1. Nyeri Pada Sendi.

Konsumsi gula berlebih berpotensi memicu peradangan dalam tubuh, yang bisa memperparah rasa sakit pada sendi.

Meski nyeri sendi bisa disebabkan oleh berbagai hal, gula yang meningkatkan peradangan tetap jadi faktor yang perlu diwaspadai.

  1. Tekanan Darah Tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa gula berlebih bisa merusak pembuluh darah, membuat kolesterol menempel di dinding dan akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan darah.

  1. Mudah Kelelahan.

Gula memang sumber energi yang cepat diserap, tetapi efeknya hanya bertahan sejenak. Setelahnya, tubuh mengalami penurunan energi yang tiba-tiba, sehingga rasa lelah muncul lebih cepat dan mendorong keinginan untuk mencari gula lagi

  1. Masalah Kulit Seperti Jerawat dan Kerutan.

Konsumsi gula berlebih bisa menyebabkan resistensi insulin, yang meningkatkan risiko munculnya jerawat dan mempercepat proses penuaan kulit. "Gula dengan indeks glikemik tinggi juga bisa merangsang produksi minyak di kulit," jelas Goodson.

  1. Gampang Tersinggung.

Baca Juga: Bukan Sekadar Minuman Pengusir Kantuk, Berikut Penjelasan Sejarah Kopi di Indonesia

Orang yang mengonsumsi gula tinggi cenderung lebih rentan merasa tersinggung, gelisah, dan mengalami perubahan emosi yang drastis.

"Menjaga gula darah tetap stabil akan membantu Anda mengatur emosi dan konsentrasi lebih baik," kata Goodson.

 

Rizma.

Editor : Imron Arlado
#Tanda kelebihan gula #obesitas #kelebihan gula bagi tubuh #diabetes #Kelebihan Gula