JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tidur adalah momen penting untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Namun, tidak semua orang memiliki cara tidur yang sama.
Salah satu kebiasaan yang sering dirasakan beberapa orang adalah pillow hoarding atau kebiasaan menumpuk bantal beberapa buah di sekitar tubuh saat tidur.
Fenomena ini bukan hanya soal kenyamanan semata, tetapi juga terkait dengan berbagai faktor kesehatan fisik dan psikologis.
Apa Itu Pillow Hoarding?
Pillow hoarding secara harfiah berarti “menimbun bantal”.
Namun dalam dunia tidur, istilah ini menggambarkan kebiasaan meletakkan banyak bantal di sekitar tempat tidur, baik dipeluk, diletakkan di samping, atau di bawah kaki.
Tidak sedikit orang yang merasa tidur mereka menjadi lebih pulas dan tenang ketika dikelilingi oleh tumpukan bantal yang nyaman.
Banyak yang menganggap ini sekadar gaya tidur atau kebiasaan saat kecil.
Namun, penelitian mengungkap bahwa tindakan ini secara tidak sadar juga mencerminkan kebutuhan psikologis yang mendalam, sekaligus mendukung kesehatan fisik.
Manfaat Ergonomis Pillow Hoarding
Dari sisi kesehatan fisik, bantal yang ditempatkan dengan benar bisa memberikan dukungan pada posisi tidur yang sangat baik dan nyaman.
Misalnya, meletakkan bantal antara lutut saat tidur miring membantu menjaga posisi tulang belakang tetap sejajar dan mengurangi tekanan pada pinggul dan punggung bawah.
Posisi ini sangat dianjurkan oleh ahli fisioterapi untuk mencegah nyeri punggung dan meningkatkan kualitas tidur.
Selain itu, bantal yang diletakkan di bawah kepala, leher, atau di sepanjang sisi tubuh memberi kenyamanan yang berkontribusi mengurangi ketegangan otot.
Ini bisa mencegah kram dan rasa pegal saat bangun tidur.
Untuk ibu hamil, penggunaan bantal khusus juga membantu menopang perut dan mengurangi tekanan pada tulang belakang sehingga lebih nyaman.
Aspek Psikologis dan Emosional Pillow Hoarding
Bantal yang banyak dikelilingi menciptakan semacam “zona aman” secara fisik, yang membantu meredakan kecemasan dan stres.
Terutama pada malam hari ketika pikiran cenderung lebih aktif dan emosional.
Peneliti menemukan bahwa mereka yang tidur dengan tiga bantal atau lebih cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi.
Dengan menumpuk banyak bantal, mereka seperti membangun batas fisik yang memberikan rasa perlindungan dari lingkungan sekitar.
Ini juga dipercaya dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mempermudah proses tertidur.
Risiko Jika Berlebihan
Meski membawa banyak manfaat, perlu diingat untuk tidak berlebihan dalam menumpuk bantal.
Posisi kepala yang terlalu tinggi dari tubuh misalnya bisa menyebabkan ketegangan otot leher, menjepit saraf, hingga memicu sakit punggung jika terjadi secara terus-menerus.
Selain itu, terlalu banyak bantal juga bisa membatasi ruang gerak tubuh saat tidur, yang kadang berpotensi membuat tidur tidak nyenyak.
Oleh karena itu, memilih bantal dengan ukuran yang pas dan menata dengan posisi yang nyaman sangat disarankan.
Tips Mengelola Kebiasaan Pillow Hoarding
Bagi Anda yang punya kebiasaan pillow hoarding, ada beberapa tips agar tidur tetap sehat dan nyaman:
- Pilih bantal dengan dukungan yang sesuai, jangan terlalu keras atau terlalu lembek.
- Posisi bantal di bawah lutut atau di samping tubuh untuk menjaga kesejajaran tulang belakang.
- Hindari menumpuk bantal terlalu banyak di bawah kepala agar posisi kepala tetap alami.
- Jika merasa cemas, kombinasikan dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam sebelum tidur.
- Pilihlah jumlah bantal yang cukup memenuhi kebutuhan kenyamanan tanpa berlebihan.
Dengan demikian, kebiasaan menumpuk bantal saat tidur tidak sekadar soal gaya atau estetika, tetapi juga bisa menjadi kebutuhan untuk merasa aman dan mengurangi kecemasan.
Dengan pemahaman yang tepat dan pengelolaan yang benar, kebiasaan ini justru dapat mendukung kualitas tidur yang lebih baik dan kesehatan yang optimal.
Devi
Editor : Imron Arlado