Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sejuk Tapi Berbahaya! Ini Efek Samping Tidur dengan Kipas Angin Menyala Bisa Sebabkan Bell’s Palsy

Imron Arlado • Minggu, 20 Juli 2025 | 23:22 WIB
Efek samping kipas angin - pinterest
Efek samping kipas angin - pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tidur dalam keadaan yang panas seringkali membuat kita merasa tidak nyaman, bahkan membuat kita tidak bisa tidur. 

Tetapi jika menggunakan kipas angin secara terus menerus juga ada efek berbahaya yang tanpa kita sadari, akan tetapi jika kita tidak menggunakan kipas angin akan sangat gerah, dan kita tidak cukup secara ekonomi jika harus menggunakan AC.

Kipas angin bisa menyebarkan debu dan juga allergen, sehingga dapat memicu mata menjadi kering dan otot terasa tegang. 

Selain itu juga, udara dari paparan angin yang terus mengalir dapat mengganggu pernapasan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi saluran pernapasan pada beberapa orang. 

Salah satu efek dari kipas angin yang paling menakutkan tapi seringkali diabaikan adalah Bell’s Palsy, yaitu terjadinya kelumpuhan pada otot wajah secara mendadak.

Berikut efek samping dari tidur menggunakan kipas angin yang sering diabaikan:

 

 Baca Juga: Mengenal Anxious Attachment: Saat Cinta Dipenuhi Kecemasan

 

Efek samping masuk angin adalah hal umum yang terjadi jika kita berjam-jam berada di depan kipas angin, sehingga sistem kekebalan tubuh bisa melemah dan berisiko menyebabkan masuk angin, menggigil atau bahkan demam ringan.

Selain itu jika tubuh terus-terusan terpapar hembusan angin dari kipas, suhu tubuh dapat menurun secara drastis, khususnya pada malam hari.

 

 

Saat terbangun leher dan bahu yang terasa kaku diakibatkan tidur di bawah kipas angin, sehingga membuat beberapa otot menjadi kaku. Kondisi ini sering dialami jika kipas angin mengarah langsung mengenai tubuh sepanjang malam.

 

 

 

Terlalu sering terkena udara dari kipas angin, dan hembusannya mengarah secara langsung ke wajah dapat membuat kulit dan mata menjadi kering. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa perih, gatal, atau bahkan iritasi pada dan tenggorokan menjadi kering.

 

 

Hembusan udara dingin dari kipas angin dapat menyebabkan selaput lendir di hidung dan tenggorokan menjadi kering, sehingga dapat memperburuk gangguan pernapasan seperti hidung tersumbat, tenggorokan kering, atau bahkan memicu kambuhnya asma bagi penderitanya.

Selain itu, tidur dalam ruangan tertutup dengan kipas angin yang mengarah langsung ke wajah dapat menyebabkan tubuh menjadi kekurangan oksigen dan penurunan suhu tubuh secara drastis dapat berisiko menyebabkan hipotermia, terutama jika ruangan tersebut kurang memadai.

 

Baca Juga: Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional Setiap Tanggal 3 Juli: Bahaya Kantong Plastik Bagi Kehidupan

 

Dan hal yang paling berbahaya dalam menggunakan kipas angin selama berjam-jam adalah Bell’s Palsy. 

Walaupun sekilas mirip dengan stroke, Bell’s Palsy sebenarnya berbeda dan umumnya hanya berlangsung sementara. Namun, kondisi ini tetap dapat mengganggu rutinitas sehari-hari dan menimbulkan stres.

Walaupun sekilas mirip dengan stroke, Bell’s Palsy merupakan kondisi berbeda dan umumnya hanya berlangsung sementara. Namun, kondisi ini tetap dapat mengganggu rutinitas sehari-hari dan menimbulkan stres. Wulandari

Editor : Imron Arlado
#Samping #Efek #Kipas #sejuk #kipas angin #tidur #bahaya