Dinkes PPKB Lakukan Fogging di Kelurahan Wates
KOTA - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mojokerto bertambah. Kemarin (16/5), fogging alias pengasapan dilakukan di Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, setelah seorang warga positif terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Kota Mojokerto Citra Mayangsari mengungkapkan, fogging dilakukan karena ditemukan satu kasus posistif DBD.
Di samping itu, angka bebas jentik (ABJ) di lingkungan penderita juga rendah. ”ABJ-nya kurang dari 95 persen dan ada dua atau tiga warga yang mengalami demam mirip DBD. Sehingga kita lakukan fogging supaya tidak terjadi penularan,” ungkapnya.
Temuan kasus DBD ini dilaporkan pada awal Mei lalu. Citra menyatakan, kondisi pasien kini sudah membaik setelah mendapat perawatan di fasilitas kesehatan. ”Hanya satu yang positif DBD, tapi kita tetap harus waspada,” papar dia. Apalagi, rendahnya AJB menjadi warning karena terjadinya perkembangbiakan nyamuk. Oleh sebab itu, Citra mengimbau warga untuk menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Sebab, fogging hanya memberantas penyebaran nyamuk dewasa. ”Ada beberapa wilayah yang ABJ-nya memang kurang dari 95 persen. Itu merupakan notifikasi bahwa masih ada jentik, sehingga harus dilaksanakan 3M (menguras, menutup, mengubur) plus,” tandasnya.
Dengan temuan kasus di Kelurahan Wates tersebut, jumlah kasus DBD di Kota Mojokerto menjadi bertambah. Dinkes PPKB mencatat, terhitung mulai Januari sampai pertengahan Mei ini sudah ada lima warga yang terpapar DBD. ”Total ada lima kasus positif DBD, termasuk yang di Wates,” pungkas Citra. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi