Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Selalu Menghindari Masalah, Inilah 2 Tipe dan Ciri-Ciri Kepribadian Avoidant Attachment

Imron Arlado • Jumat, 16 Mei 2025 | 22:21 WIB
Selalu Menghindari Masalah, Inilah 2 Tipe dan Ciri-Ciri Kepribadian Avoidant Attachment. sumber foto: pinterest
Selalu Menghindari Masalah, Inilah 2 Tipe dan Ciri-Ciri Kepribadian Avoidant Attachment. sumber foto: pinterest

Jawa Pos Radar Mojokerto - Ada kalanya setiap orang menjauh dan mencoba sendiri jauh saat mengalami masalah dari orang-orang disekitarnya. Tetapi jika secara terus-menerus mencoba menghindari dan menjaga jarak dengan orang-orang tertentu, hal tersebut bisa jadi orang itu memiliki kepribadian avoidant attachment.

 

Apa Itu Avoidant Attachment?

 

Avoidant attachment adalah kondisi di mana seseorang merasakan tidak nyaman, baik emosional dan fisik, serta sering memberikan jarak kepada orang disekitarnya, bahkan krang terdekatnya sekaligus. Dalam ilmu psikologi, avoidant attachment merupakan suatu gaya keterikatan, khususnya dalam konteks emosional dan intimasi.

 Baca Juga: POCO M7 Pro 5G, Hape Performa Kencang dengan Fitur Maksimal Cuma Rp 2 Jutaan!

Mereka yang merasakan avoidant attachment akan selalu mencoba menghindari seseorang jika ingin dekat dan berkenalan dengan mereka. Setiap manusia memiliki gaya keterikatan masing-masing. Gaya keterikatan tersebut akan membuat pola pikir seseorang ketika sedang menjalin hubungan.

 

Orang-orang yang merasakan avoidant attachment melakukan penghindaran untuk melindungi dirinya sendiri. Mereka berusaha tidak bergantung pada orang lain, selain itu mereka sangat tidak suka ketika dikhianati atau disakiti orang lain. Maka dari itu, mereka cenderung menghindar ketika berkenalan dengan orang lain.

 Baca Juga: Dikbud Kota Mojokerto Sebut TK Dharma Wanita Pulorejo Belum Ajukan Izin Outing Class

Avoidant attachment style sendiri memiliki 2 jenis didalamnya, yaitu dismissive avoidant dan fearful avoidant. Berikut adalah penjelasan mengenai dismissive avoidant dan fearful avoidant!

 

Pengertian Dismissive Avoidant

 

Dismissive avoidant adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak aman atau insecure. Mereka yang merasakan dismissive avoidant akan berusaha untuk membangun hubungan emosional atau perasaan dengan orang lain.

 

Mereka tidak mudah percaya kepada orang lain, kata lainnya adalah sulit mendapatkan kepercayaan mereka yang mengalami dismissive avoidant. Tetapi, mereka menganggap diri mereka sendiri sangat berharga dan melihat dirinya sendiri secara baik dan positif.

 Baca Juga: Aspal Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto Makan Korban

Berikut adalah ciri-ciri dismissive avoidant:

 

 

Pengertian Fearful Avoidant

 Baca Juga: Pemkab Mojokerto Berhasil Bentuk 120 Kopdes Merah Putih 

Fearful avoidant merupakan kondisi yang sedikit berbeda dibandingkan dengan dismissive avoidant. Fearful avoidant merupakan kondisi di mana seseorang menghargai kasih sayang dan sebuah keromantisan, tapi enggan menjalin sebuah hubungan.

 

Mereka yang memiliki kepribadian ini akan sangat membingungkan, karena mereka ingin diberi kasih sayang oleh seseorang tapi tidak mau menjalin komitmen. Kepribadian tersebut tercipta karena pola asuh yang salah dan kurang mendapatkan perhatian dari orang tua.

 

Berikut adalah ciri-ciri fearful avoidant:

 

 Baca Juga: Eks Kacab Dwijaya Isuzu Mojokerto Manipulasi Kuitansi dan SPH, Modus untuk Gadaikan BPKB Pelanggan ke BFI Finance

Itulah avoidant attachment, di mana sebuah keterikatan seseorang yang sering merasa sendiri. RENO

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#Dismissive Avoidant #avoidant attachment #kepribadian #Avoidant Attachment Style #ciri ciri #Fearful Avoidant