Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ribuan Vaksin Segera Disuntikkan

Farisma Romawan • Sabtu, 18 Januari 2025 | 14:05 WIB
RENTAN: Vaksinator Disperta Kabupaten Mojokerto menyuntikkan vaksin PMK kepada sapi di Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Kamis (16/1).
RENTAN: Vaksinator Disperta Kabupaten Mojokerto menyuntikkan vaksin PMK kepada sapi di Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Kamis (16/1).

Bantuan Pemprov Jatim, Targetkan Akhir Januari Rampung

KABUPATEN - Selain me-lockdown tujuh pasar hewan selama 14 hari, Pemkab Mojokerto juga menggencarkan vaksinasi hewan ternak agar terhindar dari penularan virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebanyak 3.500 dosis vaksin telah disiapkan untuk memberikan kekebalan fisik kepada sapi dan kambing.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah mengatakan, ribuan vaksin didapat dari bantuan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) melalui Dinas Peternakan Jawa Timur. Ribuan dosis tersebut dikhususkan bagi hewan ternak yang rentan tertular.

Terutama sapi potong yang belum pernah divaksin. Hal ini agar pencegahan penyebaran virus bisa berjalan efektif. Bahkan, Disperta menargetkan ribuan dosis vaksin bisa dihabiskan sampai akhir Januari ini. Proses vaksinasi dilakukan petugas vaksinator yang siap menyuntikkan ke ribuan sapi yang tersebar di 18 kecamatan.

’’Kami punya target vaksinasi sebanyak 3.500 dosis untuk ternak rentan PMK, khususnya untuk sapi potong. Kami laksanakan di 18 kecamatan,’’ terangnya. Di hari pertama vaksinasi massal, Kamis 16/1), kemarin, Disperta sudah menggelontorkan 31 dosis untuk peternak di Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu.

Pihaknya juga membuka kesempatan bagi peternak untuk mengajukan vaksinasi bagi hewan ternaknya yang belum tersentuh vaksin. Dengan vaksinasi tersebut, diharapkan imunitas sapi semakin meningkat sehingga tidak sampai terjangkit wabah PMK. Cara ini ini sekaligus untuk memutus mata rantai penularan virus agar tidak semakin mewabah. ’’Cara efektif pencegahan PMK memang dengan vaksinasi. Untuk peternak yang ternaknya belum divaksin, agar segera divaksin,’’ tegasnya.

Sebelumnya, pemkab menutup sementara tujuh pasar hewan dari seluruh aktivitas jual beli terhitung sejak Rabu (15/1) hingga 28 Januari nanti. Penutupan ini untuk memutus mata rantai penularan virus PMK.

Terdiri dari dua pasar yang dikelola pemkab, yakni di Desa Ngrame, Pungging dan Pohjejer, Gondang. Dan lima yang dikelola pemerintah Desa, yakni di Desa Pandanarum, Pacet; Desa Beratkulon, dan Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi; Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, serta di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal.

Tidak hanya ditutup, ketujuh pasar juga dilakukan disinfeksi guna mencegah lebih luas penularan virus PMK. Di Mojokerto, jumlah populasi hewan ternak sapi mencapai 37 ribu ekor. Dari jumlah itu, 357 ekor sudah terinfeksi PMK yang tersebar di 52 Desa dari 18 Kecamatan. Dengan 17 ekor sapi masih terdeteksi sakit, 18 ekor sudah mati, 14 ekor dipotong paksa, dan 305 telah dinyatakan sembuh. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pasar hewan #Pemkab Mojokerto #Penyakit Mulut dan Kuku