Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Trombosit Menurun, Satu Orang Dilarikan ke RS karena DBD

Khudori Aliandu • Jumat, 9 Agustus 2024 | 13:22 WIB
ATENSI: Puskesmas Dawarblandong bersama Pemdes Gunungan melakukan fogging setelah ada beberapa warga terjangkit DBD.
ATENSI: Puskesmas Dawarblandong bersama Pemdes Gunungan melakukan fogging setelah ada beberapa warga terjangkit DBD.

KABUPATEN - Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih membayangi wilayah Kabupaten Mojokerto. Di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong terdapat empat warga terjangkiti virus dengue ini.

Kepala Puskesmas Dawarblandong Deny Setiyawan, mengatakan, hingga kini kasus DBD masih membayangi masyarakat Dawarblandong. Sejumlah kasus masih bermunculan.

’’Kasus DBD di Kecamatan Dawarblandong sampai saat ini masih saja terjadi,’’ ungkapnya.

 Baca Juga: Awarding Night, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati Serahkan Penghargaan ke OPD yang Inovatif

Di Desa Gunungan ada lima warga yang dirawat di puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Hanya saja, dari hasil uji laboratorium, tidak semuanya positif terjangkit virus dengue.

’’Dari lima pasien, empat di antaranya positif DBD. Satu pasien ternyata gangguan pencernaan,’’ paparnya.

Dari hasil penanganan, kata dia, tiga pasien yang positif DBD telah sembuh dan dipulangkan.

Satu pasien dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan intensif lebih lanjut karena trombositnya terus menurun.

’’Jadi tiga orang sudah sembuh dan dipulangkan. Yang satu, dirujuk ke RS, karena trombosit semakin menurun,’’ tuturnya.

Meski sudah memasuki musim kemarau, lanjut Deny, kasus DBD tetap harus diwaspadai.

Selain di Desa Gunungan, bulan lalu terdapat warga dari sejumlah desa yang turut terjangkiti DBD. Meliputi, Desa Gunungsari, Pulorejo, Bangeran, Suru, dan Talunblandong.

 Baca Juga: PNS Mojokerto Selingkuh Ancang-Ancang Digugat Cerai, Ini Kata Suaminya

Menurutnya, faktor penyebab munculnya DBD salah satunya adanya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Artinya, kebersihan lingkungan rumah menjadi faktor penentu atas kasus tersebut.

’’Kalau yang sekarang hanya Desa Gunungan yang ada kasus DBD. Sebenarnya tergantung kebersihan rumah, terutama kebiasaan menguras bak mandi,’’ paparnya.

Sebagai tindak lanjut, Puskesmas sudah melakukan fogging usai sejumlah warga terjangkiti DBD. Hal itu sebagai langkah mengantisipasi meluasnya kasus DBD di lingkungan warga.

’’Selain fogging, hal yang tidak kalah penting dan harus dilakukan masyarakat adalah pemberantasan nyamuk, baik di dalam maupun di luar rumah,’’ pungkasnya. (ori/fen)

 

Editor : Imron Arlado
#Demam Berdarah (DBD) #Fogging berantas DBD #dawarblandong mojokerto