25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Dinkes PPKB Kota Mojokerto 2023 Targetkan Raih Gelar Tertinggi Kota Sehat

TAHUN depan, Kota Mojokerto ditargetkan bisa kembali meraih predikat Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan RI. Bahkan, pemkot membidik, kota Onde-Onde ini optimis mampu mencapai gelar Klasifikasi Wistara dalam penghargaan tersebut.

Hal itu disampaikan Wali Kota Ika Puspitasari saat mengawali acara Pelatihan Kader Motivasi Kesehatan Kota Mojokerto di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, kemarin (29/11). ’’Tahun 2019 lalu, kita pernah mendapatkan penghargaan Kota Sehat Swasti Saba dengan klasifikasi Wiwerda dari Kemenkes dan Kemendagri. Kita berharap tahun 2023 nanti, Kota Mojokerto bisa meraih kembali tingkat tertinggi yakni Wistara,” ujarnya.

MOTIVASI: Ning Ita menyampaikan sambutan dalam acara pelatihan kader motivasi kesehatan di MPP Gajah Mada, kemarin (29/11).

Ning Ita, sapaan akrab wali kota berharap, para kader bisa terus proaktif dalam mengawal program-program kesehatan di Kota Mojokerto. Pasalnya, penghargaan ini bisa diraih jika seluruh stakeholder bersinergi mewujudkan kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya. ’’Tahun 2023 ini, penilaiannya agak sulit. Terdapat sembilan tatanan dan 22 indikator yang menjadi kriteria penilaiannya. Dari hasil evaluasi, ada beberapa tatanan yang skornya masih rendah yakni pariwisata. Nah ini yang coba kita perbaiki,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Mojokerto Tunggu Survei Lapangan

Oleh karenanya, upaya perbaikan itu dilakukan dengan peningkatan kapasitas para kader melalui pelatihan Pemkot Mojokerto. Selain itu, mereka juga akan dibekali orientasi lapangan ke Kabupaten Banyuwangi. ’’Banyuwangi meraih predikat Kabupaten Sehat tujuh kali berturut-turut. Sehingga sangat pas jika kita melakukan studi tiru ke sana. Apalagi skor kita juga lemah di tatanan pariwisata, dan Banyuwangi terbukti berhasil mengelola potensi wisatanya,’’ tukasnya.

MOTIVASI: Ning Ita menyampaikan sambutan dalam acara pelatihan kader motivasi kesehatan di MPP Gajah Mada, kemarin (29/11).

Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto, dr Triastutik Sri Prastini menambahkan, pelatihan ini diikuti oleh 1.625 orang kader kesehatan. Ribuan kader ini bertugas mengawal berbagai program pemerintah seperti pendampingan ibu hamil, balita, lansia dan pendampingan balita stunting. Sehingga, untuk peningkatan kualitas, mereka harus mendapatkan pelatihan dari pemkot. ’’Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan para kader, agar andal dalam menggerakkan masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),’’ terangnya. (oce/ron/adv)

Baca Juga :  RSUD Prof Soekandar, Teken MoU Penanganan Pasien Tuberculosis Resisten Obat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/