25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Kasus Covid-19 Fluktuatif, Puskesmas di Kabupaten Mojokerto Gencarkan Tracing

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penularan kasus Covid-19 di tengah masyarakat masih terus terjadi di kebupaten. Sepanjang bulan ini, jumlah kasus aktif yang disebabkan virus SARS-Cov-2 ini cenderung fluktuatif.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Trowulan. Sejak dua pekan terakhir, Puskesmas Tawangsari kembali menggencarkan tracing di kalangan masyarakat. Kemarin (28/11), total ada sepuluh warga Desa Kejagan yang menjadi sasaran tracing. Lantaran, sepuluh warga tersebut memiliki kontak erat dengan satu pasien terkonfirmasi positif. ”Yang terkonfirmasi satu orang sekarang sudah dirawat di rumah sakit. Ini semua yang di-tracing tetangga sekitar rumahnya,” ujar Deva, petugas kesehatan Puskesmas Tawangsari. Diketahui, satu warga yang terkonfirmasi positif ini memiliki komorbid.

Masih kata Deva, dalam dua minggu ini, giat tracing kembali berjalan masif. Sebab, penularan kasus Covid-19 mulai banyak terjadi. Dalam sepekan, kurang lebih ada sekitar tujuh warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Baik tanpa gejala, gejala ringan, hingga berat. ”Iya, mulai banyak lagi (kasus Covid-19) November ini,” papar dia.

Baca Juga :  Proyek Jalan Rp 5,6 Miliar di Sooko Kabupaten Mojokerto Terbengkalai

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono membenarkan, selama dua minggu terakhir terdapat penambahan kasus aktif Covid-19. Namun, jumlah kasus Covid-19 ini fluktuatif. ”Ada kenaikan tapi nggak banyak. Sama seperti pekan lalu, tembus puluhan,” ulasnya.

Per Senin (28/11), berdasarkan data Dinkes Kabupaten ada 63 warga yang terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, ada beberapa penderita yang tidak berdomisili di Mojokerto. Agus merinci, ada sembilan penderita yang menetap di luar Mojokerto. ”Sembilan orang domisinya di luar. Yang menjalani perawatan di rumah sakit kabupaten, total ada 18 penderita,” tambahnya.

Dari jumlah tersebut, Agus menyebutkan mayoritas warga yang terpapar Covid-19 usia lanjut. Di antaranya, sebanyak sembilan orang berusia di atas 60 tahun. ”Tapi, mayoritas penderitanya usia 40-60 tahun,” bebernya.

Baca Juga :  Apotek di Kota Mojokerto Stop Jualan Obat Sirup Anak-anak

Lebih lanjut, Agus menuturkan, tak hanya menggencarkan 3T di kalangan masyarakat. Namun, pihaknya juga terus memasifkan kegiatan vaksinasi. Khususnya penambahan vaksin booster kedua yang diprioritaskan bagi lansia. ”Ini masih terus jalan bersamaan dengan vaksin dosis ketiga. Prioritasnya lansia,” pungkasnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/