25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Dua Bulan, 38 Orang Terjangkit Cacar Air. Mayoritas Dialami Anak-anak

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam kurun dua bulan terakhir, tercatat ada puluhan kasus cacar air yang dialami warga kota. Itu ditengarai dari maraknya penularan dari virus varicella yang rentan terjadi saat pergantian musim.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily menyatakan, cacar air kini banyak ditemukan sejak Juni dan Juli. Jumlah pasien yang telah terjangkit penyakit ini disebut mencapai 38 orang. ’’Kalau awal tahun sampai Mei malah nihil penderitanya. Kalau untuk bulan ini, masih dalam proses rekap,’’ ujarnya.

Mantan Kepala Puskesmas Mentikan ini menuturkan, virus varicella kebanyakan menjangkiti anak-anak. Namun ia memastikan, tingkat fatalitas kasus cacar air tidak sampai menyebabkan kematian. ’’Paling efek sampingnya hanya bopeng pada wajah bekas cacar,’’ paparnya.

Baca Juga :  Jadi Langganan Banjir, Puskesmas Tawangsari Mojokerto Diusulkan Rehab

Lily menengarai, virus varicella penyebab cacar air berkembang baik saat pergantian musim seperti sekarang. Yakni dari kemarau menuju musim hujan. Bila daya tahan tubuh tidak kuat, akan mudah terjangkit virus tersebut. Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). ’’Hampir sama pencegahannya dengan Covid-19. Harus sering mencuci tangan pakai sabun, makan makanan bergizi, berolahraga,’’ imbuhnya.

Aspek yang perlu diperhatikan, lanjut Lily, orang yang masih sehat dilarang melakukan kontak langsung dengan pasien cacar. Pasalnya, virus ini sangat mudah menular. Itu sebabnya, anak-anak yang terkena cacar air diminta untuk tidak sekolah hingga sembuh agar tidak menulari orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga :  Apotek di Kota Mojokerto Stop Jualan Obat Sirup Anak-anak

’’Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Selama kena cacar, tubuh jangan dipegang-pegang atau ditempel dengan daun. Pencegahannya hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,’’ pungkas dia. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/