25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Proyek Rp 80 Miliar di RSUD Soekandar Mojokerto Bakal Telan Waktu 8 Bulan

Sentuh Perombakan Gedung IGD dan Poliklinik

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana perombakan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan poliklinik RSUD Prof dr Soekandar akan berdampak terhadap pelayanan kesehatan. Apalagi, proyek yang dialokasikan sebesar Rp 80 miliar lebih ini bakal menelan waktu hingga 8 bulan.

Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Djalu Naskutub mengatakan, pagu anggaran Rp 80 miliar lebih dari APBD 2023 terbagi menjadi dua paket pekerjaan. Masing-masing untuk pembangunan IGD terpadu dengan Rp 40,8 miliar dan poliklinik terpadu Rp 39 miliar.

Djalu mengatakan, kedua paket proyek fisik tersebut kini telah rampung tahap perencanaan. Dan, dalam waktu dekat ini akan dipersiapkan untuk disorong lelang. ”Sudah persiapan, minggu ini akan kita dorong ke ULP (unit layanan pengadaan),” terangnya, kemarin (22/1).

Baca Juga :  Dua Jam Kota Mojokerto Diguyur Hujan, Dua Pohon Tumbang Melintang Jalan

Selama proses tender, RSUD juga menyiapkan pengalihan pelayanan sementara untuk layanan kesehatan tersebut. Sebab, sebut Djalu, kedua pekerjaan fisik diestimasikan akan memakan waktu hingga 240 hari kalender atau 8 bulan. ”Karena pelayanan harus tetap jalan, maka IGD dan poli akan kita alihkan selama pelaksanaan nanti,” tandasnya.

Disebutkannya, paket pekerjaan poliklinik akan dibangun di eks SDN Mojosari. Sejak direlokasi 2019 lalu, lembaga pendidikan tingkat dasar itu dimanfaatkan RSUD Prof dr Soekandar sebagai ruang pelayanan poliklinik. ”Karena bekas ruang kelas, jadi tidak memenuhi sesuai standar pelayanan untuk poli,” imbuh Djalu.

Rencananya, eks gedung SDN itu di Jalan Hayam Wuruk itu bakal dibongkar dan dibangun ulang menjadi poliklinik terpadu empat lantai. Gedung tersebut bakal menampung 19 pelayanan poliklinik sekaligus medical check up dan hall.
Selain itu, gedung IGD juga dirombak total total dengan empat lantai. Selain pelayanan kegawatdaruratan, juga mengintegrasikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK), layanan kegawatdaruratan bayi, serta kamar operasi emergency.

Baca Juga :  Apotek di Kota Mojokerto Hentikan Jual Obat Sirup

Karena itu, imbuh Djalu, pihaknya kini mempersiapkan pengalihan layanan IGD di tempat parkir di sisi timur RSUD Prof dr Soekandar. Sedangkan pelayanan poliklinik seluruhnya juga dipindahkan ke gedung utama dengan menempati bekas ruang rawat inap dan kamar operasi lama. ”Memang agak terganggu, tapi pengalihan pelayanan hanya untuk sementara,” tegas Djalu. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/