25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Tren Kenaikan Kasus Covid-19 di Mojokerto Mayoritas Diderita Kelompok Lansia

Capaian Vaksin Penguat Masih Rendah

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan kasus Covid-19 di kabupaten yang terjadi selama dua pekan dipastikan bukan klaster. Diketahui, mayoritas penderita yang terpapar virus SARS Cov-2 ini merupakan kelompok lansia.

Di Kecamatan Dlanggu, sejak awal November hingga kemarin (15/11), terdapat enam warga yang dinyatakan positif Covid-19. Penambahan kasus itu juga tak secara bersamaan. Mayoritas mereka memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan usia renta. ’’Selama November ini, ada enam warga yang terpapar. Tapi di desa yang berbeda, sudah lanjut usia semua dan punya komorbid,’’ ujar Kepala Puskesmas Dlanggu dr Ahmad Ziaul Haq.

Diakuinya, penularan kasus Covid-19 dalam dua minggu ini mulai merebak. Oleh karenanya, di setiap desa mulai mengaktifkan kegiatan 3T bagi warga yang dinyatakan suspek Covid-19. Di antaranya, tracing, testing dan treatment. ’’Jalan lagi seperti dulu, untuk menekan angka penularan. Sekaligus, sosialisasi prokes dan menggencarkan vaksinasi bagi masyarakat,’’ terang dia.

Baca Juga :  Dinkes PPKB Kota Mojokerto Ancam Cabut Izin Apotek-Toko Obat Bandel

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, kasus Covid-19 di kabupaten perlahan berkurang. Per kemarin (15/11), total kasus aktif harian menjadi 46 orang dari sebelumnya sebanyak 49. ’’Sudah ada penurunan meski belum signifikan, harapannya tidak ada lonjakan jelang akhir tahun nanti,’’ lontarnya.

Masih kata Agus, dari puluhan kasus tersebut, pihaknya memastikan bukan klaster. Sebab, penyebaran kasus Covid-19 ini tersebar di 18 kecamatan dan mayoritas menyerang kelompok lanjut usia. Rendahnya animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster ditengarai jadi salah satu penyebab mulai merebaknya penularan Covid-19. ’’Bukan klaster, domisili pasiennya tidak dalam satu lingkungan. Tapi, menyebar. Kalau kelompok rentan kan harusnya wajib booster, tapi pasien yang terpapar ini rata-rata belum booster,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Fluktuatif, Puskesmas di Kabupaten Mojokerto Gencarkan Tracing

Mantan Kepala Puskesmas Pungging ini menambahkan, sejauh ini cakupan vaksinasi booster di kabupaten minim. Capaian dosis ketiga hingga Selasa (15/11), baru menyentuh 23,5 persen. Dari total 862.014 warga, hanya 178.844 sasaran yang baru disuntik. ’’Kendalanya juga karena stok vaksin yang sempat kosong beberapa waktu lalu. Tapi sekarang karena sudah ada (stok vaksin, Red) ya bisa digencarkan lagi,’’ papar Agus.

Sebelumnya, kasus Covid-19 di kabupaten bermunculan. Hingga Senin lalu (14/11), kasus sudah menembus total 49. Rincinya, 22 pasien di antaranya merupakan pasien dengan gejala berat sehingga dirawat di rumah sakit. Sisanya, pasien gejala ringan yang isolasi mandiri dengan pengawasan nakes puskesmas setempat. Pekan pertama November ini, kasus aktif yang terjadi di 18 kecamatan sempat menembus angka 70 penderita. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/