Menjaga kelestarian lingkungan menjadi concern seluruh elemen warga Desa Jasem, Kecamatan Ngoro. Utamanya dalam menjaga kualitas air sungai dan air tanah dari ancaman pencemaran limbah berbahaya dan beracun akibat aktivitas industri.
SALAH satu langkah efektif yang dilakukaan pemerintah desa (pemdes) Jasem adalah dengan membuat aksi menebar eco-enzyme di afvoer Dusun Jetak, Desa Jasem, 5 Juni 2025 lalu. Acara yang dikemas dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu juga menjadi ajang edukasi untuk pelajar.
Khususnya siswa di SDN Jasem yang notabene berstatus sekolah adiwiyata tingkat nasional. ’’Aksi ini bukan hanya simbolis, tetapi bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,’’ ungkap Camat Ngoro Satriyo Wahyu Utomo.
Eco-enzyme merupakan cairan yang terbuat dari fermentasi sampah organik. Terdapat sejumlah manfaat ketika eco-enzyme dituangkan di aliran sungai. Di antaranya mampu mengurangi kadar keasaman serta menetralisir kandungan logam berat pada air. Termasuk meningkatkan kulaitas air beserta biota sungai yang hidup di dalamnya.
’’Eco-enzyme yang larut dalam air bisa diubah menjadi probiotik. Sehingga bisa menjadikan ikan-ikan menjadi sehat dan cepat tumbuh,’’ tambah Kepala SDN Jasem Masruchi Adyningsih. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah