Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dipakani sego njaluk klothok
Dipikir rabi ping loro golek enak
Jebule isine malah gegeran thok
SUAMI takut istri. Mungkin label itu cocok untuk menjuluki Mukiyo (nama samaran), yang tak betah dengan istrinya, Tulkiyem (juga nama samaran). Salah sedikit, Mukiyo bisa menerima cakaran maut.
Pria 46 tahun itu mengaku sudah tak betah lagi hidup dengan sang istri. Pasalnya, Tulkiyem memiliki hobi marah-marah dan terkenal judes. Bahkan tak jarang, Mukiyo menerima ujaran tak pantas dari istrinya tersebut. Tulkiyem selalu merasa benar daripada Mukiyo. Bila dinasihati, yang ada malah dibantah dan tak mau mendengar suaminya. ’’Wes embuh. Duwe bojo galak ngunu,’’ sambat Mukiyo di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Mojokerto.
Bukan hanya pada Mukiyo, Tulkiyem bersikap keras. Akan tetapi kepada anak tirinya, juga begitu. Sedikit ada rasa sesal setelah menikah lagi dengan Tulkiyem. Mendapat istri yang lebih muda ternyata bukan jaminan hidup enak. Selisih usia keduanya memang cukup jauh, 11 tahun. Sebenarnya ia masih ingin mempertahankan pernikahan keduanya ini.
Akan tetapi, Mukiyo kasihan dengan anaknya yang masih butuh bimbingan orang tua. Ketika ia menikah lagi dengan Tulkiyem, si anak malah mendapat perilaku tak menyenangkan. ’’Getun aku rabi maneh. Malah dapat istri kayak gini,’’ ujarnya.
Mau tak mau, dengan terpaksa Mukiyo menceraikan sang istri. Sebelumnya, ia sempat mengajukan talak tiga, namun itu tidak membuat Tulkiyem berubah. ’’Lah ngancem malah aku sing kate diceraikan. Ya wes, karuan mesisan aku sing megat,’’ ungkap warga Kecamatan Dlanggu ini.
Pada akhirnya, keputusan Mukiyo menceraikan istri di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Mojokerto pun bulat. Ia merasa hubungan tersebut tidak bisa dipertahankan lagi bila diteruskan. ’’Lega nek wes kayak gini. Akhire bisa bebas, fokus ngurus anakku sendiri,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



