Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebengen moleh mari nggolek kreco
Ditinggali dunyo karo morotuwo
Jebule didol cek iso mejeng mbek konco
BIAR tekor asal kesohor. Itulah perumpaan yang tepat bagi Tulkiyem (nama samaran) sebagai seorang istri. Dalam hal bergaya, perempuan 27 tahun ini terkesan maksa. Sebab, dia selalu ingin tampil mewah meski si suami, Mukiyo (nama samaran) berpenghasilan sedikit.
Tulkiyem nekat melakukan apa saja asal bisa mejeng bareng teman-temannya. Mukiyo semula bisa memaklumi gaya istrinya. Namun, kini ia jadi ikutan murka. Itu setelah gelang peninggalan orang tuanya dijual oleh Tulkiyem demi membiayai gaya hidupnya.
Mukiyo yang hanya selisih setahun lebih tua ketimbang Tulkiyem, langsung menjatuhkan talak. ’’Ngragas ancene, opo-opo didol, digawe nomboki barang KW,’’ kata Mukiyo di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Mojokerto belum lama ini. Menurut Mukiyo, perhiasan yang diwariskan secara turun-temurun punya makna lebih dari sekadar material. Perhiasan dari orang tua Mukiyo jatuh ke Tulkiyem sebagai bentuk kepercayaan kepada menantu.
Namun, apa daya ternyata Tulkiyem menganggapnya beda. Yang membuat Mukiyo semakin geram adalah jawaban Tulkiyem ketika ditanya soal keberadaan perhiasan warisan itu. ’’Penake nek omong. Ditakoni neng ndi perhiasane, mung disauri wes tak dol,’’ imbuhnya menirukan Tulkiyem.
Warga Kecamatan Kemlagi ini menambahkan, Tulkiyem juga beralasan bahwa perhiasan warisan dari mertuanya itu dijual untuk ditukar dengan model baru. Sayangnya, itu hanya sebatas omongan. ’’Isok ae alesane, wong wes didol telung wulan ya gak ono wujude lah. Kok jare diijolno. Malah duwite digawe blonjo tas palsu,’’ imbuh dia.
Mukiyo mengaku, istrinya sudah berkali-kali berbuat seperti itu. Meski sudah menerima jatah bulanan, Tulkiyem selalu kekurangan. Sebab, dia memakai uang belanja untuk menuruti gaya hidupnya. Tak jarang pula, Tulkiyem juga memakai uang sekolah anak untuk biaya mejeng. Karena tabiat istrinya itu, Mukiyo merasa sudah tak punya harapan lagi terhadap Tulkiyem. ’’Wis cukup sakmene ae,’’ katanya pasrah. (oce/fen)
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement
