Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suami Minggat, Istri Minta Pegat

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯
Photo
Photo
KEHIDUPAN rumah tangga Tulkiyem (nama samaran) tak semulus perjalanan karirnya. Biduk rumah tangga manajer sebuah bank swasta itu dengan suaminya, Mukiyo (juga nama samaran), segera berakhir.

Tulkiyem sudah mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Mojokerto. Warga Mojosari itu mengaku sudah tidak tahan dengan perlakuan Mukiyo. ’’Ditelantarno. Nggak tahu (Mukiyo) pergi ke mana,’’ kata Tulkiyem mengawali percakapan.

Dia mengatakan, Mukiyo pergi dari rumah sekitar empat bulan lalu. Saat itu, ia sedang mengikuti kegiatan kantor di luar kota. ’’Untunge anakku gak dibawa. Nggak tahu nanti yaopo nek anakku juga dibawa minggat,’’ imbuh Tulkiyem.

Dia mengaku kerap bertengkar dengan Mukiyo setelah mempunyai anak. Gara-garanya, si suami tidak memiliki pekerjaan tetap. Tulkiyem pun harus pengertian. Dia mesti memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. ’’Selama ini, masih numpang ndek rumah bapak. Orang tua soale nggak mau jauh,’’ ujarnya.

Tulkiyem mengungkapkan, beberapa kali Mukiyo keluar masuk perusahaan. Itu karena sang suami sering merasa tidak cocok dengan pekerjaannya. ’’Dia tipe susah diatur. Pengene mandiri, gak pengen nggantung wong liyo,’’ kata wanita berkacamata ini.

Beberapa usaha yang dijalankan Mukiyo juga kandas di tengah jalan. Mulai menjual makanan, bengkel, sampai jadi sopir taksi online. ’’Gak onok sing bener nek menurute,’’ imbuh Tulkiyem.

Menurut dia, Mukiyo pernah bercita-cita membuka galeri seni lukis. Namun, Tulkiyem dan orang tuanya menolak keinginan sang suami. ’’Nek wes nglukis, dekne lupa waktu dan lupa keluarga. Urip sak senenge. Tangi awan, ngrokoke koyok sepur,’’ terangnya.

Beberapa kali berunding, Mukiyo tetap kepada pendiriannya. Sekitar seminggu sebelum pergi, Mukiyo sempat memukul Tulkiyem. ’’Iki sing gak tak senengi, bapak juga. Main tangan,’’ ungkap dia.

Setelah kejadian itu, Mukiyo tidak banyak bicara dan lebih suka keluar rumah. ’’Metu isuk, moleh bengi. Kadang yo molehe subuh,’’ tutur Tulkiyem.

Karena sudah tak tahan, Tulkiyem yang tidak dinafkahi jasmani dan rohani selama empat bulan pun akhirnya mengajukan gugatan cerai. ’’Gak papa, aku yakin bisa nglakoni iki. Ada bapak ibu yang masih bantuin saya,’’ tandas dia. (oce/fen)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi: Entaskan Masalah Sampah, Luncurkan Inovasi Losida

Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi: Entaskan Masalah Sampah, Luncurkan Inovasi Losida

Pemerintah Desa (Pemdes) Kemlagi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto terus mengembangkan inovasi untuk mengentaskan permasalahan sampah. Program terintegrasi anyar dimatangkan untuk menjawab keterbatasan pengolahan s

Kuota Haji Kabupaten Mojokerto Capai 1.507 CJH

Kuota Haji Kabupaten Mojokerto Capai 1.507 CJH

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akhirnya mengumumkan nama Calon Jemaah Haji (CJH) reguler asal Kabupaten Mojokerto yang masuk kuota keberangkatan haji tahun 2027 mendatang. Setelah melalui proses skrining, tak kura

Inovasi Pelita Jetis Tekan Angka Stunting, Berbasis Gotong Royong Dunia Usaha

Inovasi Pelita Jetis Tekan Angka Stunting, Berbasis Gotong Royong Dunia Usaha

PEMERINTAH Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sukses menelurkan terobosan strategis melalui inovasi layanan publik bertajuk Pelita Jetis (Peduli Stunting Kecamatan Jetis). Berkolaborasi secara aktif dengan dunia usaha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer