Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Dapat Restu, Mertua Paksa Cerai

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯
Photo
Photo
Wes sore wayahe nyapu karo ngepel
Mari ngepel langsung nyiram dalan
Ngepek atine morotuwo ae angel
Saiki tambah diurusno pegatan


KEADAAN ekonomi keluarga membuat Tulkiyem (nama samaran) dianggap benalu di mata mertuanya. Di keluarga Mukiyo (juga nama samaran), suaminya, ia tak dianggap. Kehadirannya bahkan diabaikan.

Sedari awal, hubungan keduanya memang tak direstui. Mereka berusaha mengambil hati agar mendapat izin menjalin rumah tangga. Perjuangan Tulkiyem bukan main. Ia rela dicaci maki untuk tetap mempertahankan Mukiyo.

Dengan kondisi tinggal menumpang, apa yang dilakukan Tulkiyem selalu salah di mata mertuanya. Padahal ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi menantu yang baik. ’’Terutama ibuk morotuwo, bikin naik darah terus,’’ katanya di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Mojokerto.

Jika bukan karena cinta, mana tahan Tulkiyem diperlakukan begitu. Ia hanya berusaha membuktikan jika perjuangannya tak main-main. Sekalipun diperlakukan seperti pembantu, Tulkiyem terima asal tidak dipisahkan dari Mukiyo. ’’Bojoku juga ngewangi aku bekne morotuwo atine luluh, tibakne yo blas sampe saiki,’’ ulas warga Kecamatan Kranggan ini.

Sekuat-kuatnya Tulkiyem, hatinya tetap rapuh terus-menerus diterpa godaan. Orang tuanya jelas mencoba memisahkan mereka. Berbagai upaya dilakukan. Mulai dari menjodoh-jodohkan Mukiyo, hingga membuat fitnah.

Parahnya lagi, mertuanya kini meminta Mukiyo mengurus perceraian mereka. Hal ini membuatnya terpukul. ’’Opo aku sek kurang, kok nyakiti aku terus. Tega-tegane koyok ngene, mergo aku dudu anake wong nduwe,’’ ujarnya.

Meski proses perceraian telah diurus dan ia sudah dijatuhi talak, namun Tulkiyem tetap bersikukuh bertahan. Ia berhak memperjuangkan nasib rumah tangganya. ’’Bakal tak jajal bertahan terus, wong sayang kok kate dipisahno,’’ imbuhnya. (oce/fen)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu: Jadikan Pertanian sebagai Tulang Punggung Perekonomian

Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu: Jadikan Pertanian sebagai Tulang Punggung Perekonomian

Di balik kesederhanaan Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tersimpan potensi ekonomi yang kuat dari sektor pertanian. Potensi tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis desa dengan delapan dusun i

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan: Gandeng Pemprov Jatim dan Akademisi Rancang Teknologi Persampahan

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan: Gandeng Pemprov Jatim dan Akademisi Rancang Teknologi Persampahan

Pemerintah Desa (Pemdes) Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengoptimalkan pengolahan sampah di wilayah dua dusun. Pemdes menggandeng Pemprov Jatim dan akademisi untuk berkolaborasi merancang teknologi tep

Rancangan APBD Kabupaten Mojokerto 2027 Terdampak Penyesuaian TKD Pusat

Rancangan APBD Kabupaten Mojokerto 2027 Terdampak Penyesuaian TKD Pusat

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum (PU) Fraksi DPRD Kabupaten Mojokerto terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer