Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurang turu tombone langsung mapan
Bojo wedok gendakan kadung jeru
Rasane mari tibo, keruntuhan ondo sisan
MUKIYO (nama samaran) terpaksa memulangkan Tulkiyem (juga nama samaran) ke orang tuanya. Pasalnya, meski masih berstatus sebagai istri sah, tapi berani selingkuh. Parahnya, hingga berbadan dua.
Pria 35 tahun ini harus menanggung malu dan sakit hati pasca istrinya bertingkah. Yang membuatnya kaget, hasil dari selingkuhannya itu menyebabkan Tulkiyem hamil. Mukiyo sangat yakin, yang di perut istrinya bukan anaknya.
Sebab, setelah perselingkuhan istrinya terbongkar, Mukiyo langsung mengembalikan Tulkiyem ke kampung halamannya. Barulah tiga bulan kemudian, istrinya diketahui mengandung. ’’Jelas guduk anakku. Soale wes pisah ranjang suwe sak marine dekne kepergok gendakan,’’ kata Mukiyo sangat yakin.
Nasib Mukiyo ini ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga. Sakitnya dobel. ’’Tak rewangi dadi kuli panggul, lha kok malah sak karepe dewe,’’ tegas bapak anak satu ini.
Sebenarnya, niat hatinya memulangkan Tulkiyem untuk memberikan pelajaran. Tak dipungkiri ia masih punya hati untuk menerima istrinya kembali. Sayangnya, Mukiyo harus kembali kecewa dengan kehamilan istrinya yang jelas karena hubungan gelap dengan pria idaman lain (PIL). Untuk itulah, Mukiyo tak lagi memberikan toleransi.
Sudah baik dikasih kesempatan, justru tak dimanfaatkan. ’’Nek wes gaiso tak apiki yo tak tinggal. Jenenge menungso kan yo nduwe batas kesabaran,’’ tandas warga Kecamatan Trowulan ini.
Cukup bagi Mukiyo menelan pil pahit. Pernikahannya tak bisa diselamatkan. Meski merasa gagal menjadi kepala keluarga, namun baginya lebih baik daripada harga dirinya tercoreng. Keputusannya menjatuhkan talak di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Mojokerto sudah tak bisa diganggu gugat. (oce/fen)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



