Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Urusan Ranjang Macet, Suami Mumet

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯
Photo
Photo
Budal nang Lamongan golek iwak tuna
Nang plabuhan sepi, jebule tuku ning toko
Omah-omahan kok malah gaisok mesra
Garakno bojo lanang sambat koyok joko


RUMAH tangga Mukiyo, 41 (nama samaran) dan Tulkiyem, 41 (juga nama samaran) sudah tak harmonis lagi. Bukan lagi retak, hubungan kedua pasutri ini berakhir gegara urusan ranjang.

Keputusan Mukiyo untuk berpisah dengan Tulkiyem sudah final. Mukiyo mengaku tekadnya untuk menjatuhi talak Tulkiyem sudah bulat. Dia merasa sudah tak menemukan keromantisan lagi dari sang istri. Terutama untuk urusan ranjang di antara keduanya yang tak sejalan. ’’Pas aku pengen, dekne nolak. Alesane selalu capek,’’ ucapnya singkat di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Mojokerto.

Begitupun sebaliknya. Setiap Tulkiyem sedang ngebet, Mukiyo kerap tak bisa menuruti. Entah karena capek dan memilih ketiduran. Atau saat ia sedang asyik kopi darat (kopdar) bersama rekannya hingga larut. Ketidaksinkronan di antara mereka sudah terjadi hampir lima bulan terakhir. ’’Mbuh yo, kok isok moro-moro kayak gitu,’’ bebernya.

Karena sering tak sejalan, hubungan pasutri ini pun semakin renggang. Jika dulu mereka kerap bermesraan di rumah, kini keduanya justru menjalani hubungan tanpa keromantisan. Imbasnya, Mukiyo pun enggan lama-lama menghabiskan waktu di rumah. Mampetnya kebutuhan biologis otomatis juga berdampak pada keharmonisan biduk rumah tangga keduanya.

Hal sepele pun bisa menjadi biang percekcokan mereka. ’’Kadang yo nduwe pikiran kudu njajan ae goro-goro gak tersalurkan. Yaopo, nduwe bojo kok rasane koyok joko ngene,’’ sesal warga Kecamatan Mojoanyar ini.

Diakui Mukiyo, ia juga sempat mengajak komunikasi Tulkiyem karena menurunnya intensitas keintiman mereka. Ia bahkan juga sempat mendatangi dokter untuk konsultasi hubungan rumah tangganya dengan Tulkiyem. Namun, sampai kini tak membuahkan hasil. ’’Wes gak kuat nek ngempet terus. Karuan golek anyar sing isok siap sedia ngladeni,’’ tegas dia. (oce/fen)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan: Gandeng Pemprov Jatim dan Akademisi Rancang Teknologi Persampahan

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan: Gandeng Pemprov Jatim dan Akademisi Rancang Teknologi Persampahan

Pemerintah Desa (Pemdes) Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengoptimalkan pengolahan sampah di wilayah dua dusun. Pemdes menggandeng Pemprov Jatim dan akademisi untuk berkolaborasi merancang teknologi tep

Rancangan APBD Kabupaten Mojokerto 2027 Terdampak Penyesuaian TKD Pusat

Rancangan APBD Kabupaten Mojokerto 2027 Terdampak Penyesuaian TKD Pusat

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum (PU) Fraksi DPRD Kabupaten Mojokerto terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupat

Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi: Entaskan Masalah Sampah, Luncurkan Inovasi Losida

Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi: Entaskan Masalah Sampah, Luncurkan Inovasi Losida

Pemerintah Desa (Pemdes) Kemlagi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto terus mengembangkan inovasi untuk mengentaskan permasalahan sampah. Program terintegrasi anyar dimatangkan untuk menjawab keterbatasan pengolahan s

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer