Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai Malam Pertama, Suami Gugat Cerai

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯
Photo
Photo
Kecipratan kuah soto kenek klambi
Angel umbahane digowo nang laundry
Direwangi taaruf satset cek ndang rabi
Jebule sing wedok jebolan ukhti naughty


MENCARI jodoh lewat media sosial (medsos) menjadi salah satu ikhtiar mendapatkan jodoh yang baik. Ini pula yang dilakukan Mukiyo, 34 (nama samaran) dalam memilih pasangan hidup.

Setelah dua minggu bertaaruf, dia langsung menikahi Tulkiyem, 26 (nama samaran). Selain alasan berhijab panjang, Tulkiyem juga jauh dari kesan nakal. Namun, usai akad, Mukiyo tanpa ragu mengajukan cerai istrinya ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Mojokerto.

Baru tiga hari yang lalu, Mukiyo menikahi Tulkiyem di rumahnya, Kecamatan Pungging. Namun, pernikahan yang baru beberapa hari itu secepat kilat berakhir di meja hijau. Rupanya, Mukiyo kesal karena baru tahu jika sang istri memiliki tato. ’’Ngeri banget. Sing tak bayangkan bukan tatonya aja. Tapi, karo sing gawe tatone,’’ katanya kesal.

Mukiyo menilai tato yang dimiliki sang istri sangat mengganggunya. Selain dianggap tabu dan dilarang agama, hal utama yang membuat ia terkejut karena letak tato itu berada di bagian tubuh yang tak terduga. Mukiyo merinci, tato sang istri itu berada di daerah privasi. Semuanya bergambar naga. ’’Iku (tato), ya opo nek nggawe lek ora....’’seloroh Mukiyo. Dia pun sudah tak bisa melanjutkan kalimatnya. Ia mengaku bergidik ngeri membayangkan proses pembuatan ketiga tato di tubuh istrinya itu.

Mukiyo kemudian menceritakan, kisah kasihnya bertemu Tulkiyem. Umur yang terbilang matang untuk berumah tangga membuat ia mantap menikahi Tulkiyem. Gayung bersambut. Saat ia ngebet cari jodoh, seorang teman mempertemukannya dengan Tulkiyem. Karena tak mengenal istilah pacaran, taaruf ditempuh Mukiyo dan disepakati pula oleh Tulkiyem. ’’Aku dikenalno karo koncoku pengajian. Katane onok ukhti sing lagi golek jodoh. Yo, aku gelem ae. Terus dikenalno lewat Facebook,’’urai Mukiyo.

Singkat cerita, pernikahan pun dilakukan. Saat ijab kabul, mereka hanya mengundang teman-teman se-komunitas saja, sehingga terkesan lebih khidmat. Mukiyo mengaku, baru sadar bila di tubuh Tulkiyem ada tato, ketika sang istrinya sedang ganti baju. ’’Aku gak wani negur langsung pas iku,’’ tegasnya.

Namun, sejatinya ia penasaran. Keesokan harinya, usai mendapat ’’jatah’’ malam pertama, Mukiyo bangun terlebih dahulu. Dan benar, saat dipastikan, ia melihat ada tiga tato di tubuh istrinya itu. Dia pun marah dan membangunkan sang istri. Mukiyo menuturkan, saat dimarahi, Tulkiyem sempat minta maaf.

Tulkiyem mengaku pembuatan tato itu sudah diketahui oleh orang tuanya dan dibuat usai ia lulus dari bangku SMA. ’’Tapi, bagiku, semua itu nggak mungkin. Mosok onok wong tuwo ngolehi anak e gawe tato koyok ngono,’’ tegasnya. (oce/fen)


Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Tujuh Bulan, 2.110 Rumah Tangga di Mojokerto Retak

Tujuh Bulan, 2.110 Rumah Tangga di Mojokerto Retak

Dua ribu lebih pasangan suami-istri (pasutri) di Mojokerto hubungannya retak tahun ini. Catatan Pengadilan Agama (PA) Mojokerto, jumlah perkara cerai yang diterima terhitung mulai Januari hingga Juli mencapai 2.110 perka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer