Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Peninggalan Era Dinasti Yuan-Ming, Bekas Permukiman Bangsawan

Moch. Chariris • Senin, 24 Desember 2018 | 02:08 WIB
peninggalan-era-dinasti-yuan-ming-bekas-permukiman-bangsawan
peninggalan-era-dinasti-yuan-ming-bekas-permukiman-bangsawan



MOJOKERTO – Struktur batu-bata kuno di Dusun Sambeng, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, perlahan mulai nampak bentuk dan ukurannya.


Sejumlah temuan keramik masa Dinasti Yuan dan Ming, China, membuktikan, bahwa struktur tersebut diduga bekas permukiman bangsawan terdahulu. Yakni, mengarah pada peninggalan Kerajaan Majapahit akhir.



”Sementara ini, kita sudah menemukan dua bangunan di kotak galian yang paling besar. Satu bangunan berukuran sekitar 6 - 10 meter. Sementara bangunan kedua, sebagian masih tertutup.


Belum digali,” ungkap Pengkaji Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Wicaksono, di lokasi, Sabtu (21/12). Dia menjelaskan, luas bangunan situs tersebut lebih luas dari beberapa permukiman peninggalan Majapahit yang ditemukan lebih dulu di kawasan Trowulan.


”Di Situs Segaran, kita menemukan bekas permukiman, luasnya 2 x 4 meter. Kalau itu dikomparasikan, di sini (Situs Sambeng, Red) ukurannya lebih besar,” imbuhnya. Selain itu, dari hasil temuan dari penggalian, BPCB juga banyak menemukan peninggalan fragmen keramik atau porselen yang diduga kuat berasal dari masa Dinasti Yuan dan Ming,  China.


”Yang menarik adalah konsentrasi temuan keramik masa Dinasti Ming itu cukup banyak. Ini membuktikan, bahwa dahulu ini (Situs Sambeng, Red) adalah bekas permukiman dari kelas menengah ke atas. Atau kelas bangsawan, yang secara ekonomi sudah mapan.


Sehingga dia bisa menggunakan barang-barang keramik yang notabene impor dari China,” jelasnya. Selain fragmen keramik, ditemukan juga lingga besar tidak jauh dari kotak galian. ”Lingga dan yoni itu kan kaitannya dengan pemujaannya, aliran agama Hindu. Karena ukurannya cukup besar. Itu saya rasa tidak dimiliki masyarakat biasa,” ungkapnya.


Sementara itu, benda-benda temuan dalam proses penggalian seperti pecahan tembikar, fragmen keramik, beberapa sudah dianalisa untuk selanjutnya didokumentasikan. Saat ini, proses ekskavasi masih terus dilanjutkan. ”Rencananya (ekskavasi, Red) berakhir pada 23 Desember mendatang,” pungkas Wicaksono. (sad)


 



Editor : Moch. Chariris