KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Polisi merazia arena balap liar di ruas jalan anyar di kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, kemarin (6/9) petang. Sebanyak 12 pemuda berikut kendaraan roda dua diamankan. Saat dihadang petugas, seorang pemuda berusaha melarikan diri hingga menabrak mobil operasional Polres Mojokerto Kota.
Razia balap liar oleh Satsabhara Polres Mojokerto Kota ini berlangsung sekitar pukul 17.00. Setiba di lokasi, terdapat puluhan pemuda yang ikut balapan. Beberapa di antaranya sedang bersiap-siap memacu motornya untuk adu kecepatan. Sedangkan, sebagian besar lainnya menonton di tepi jalan.
Kedatangan polisi sempat membuat para pemuda yang rata-rata berstatus pelajar itu berusaha kabur. Namun, petugas dengan sigap segera mengamankan mereka. ”Ada 12 orang yang diamankan,” kata Kasatsabhara Polres Mojokerto Kota AKP Anang Leo Afera. 12 orang yang diamankan meliputi 10 pelajar dan dua joki balap liar. Bersama belasan pembalap, polisi juga mengamankan puluhan sepeda motor.
Anang mengatakan, saat dilakukan penghadangan, terdapat pemuda yang berusaha melarikan diri. Kendaraannya sempat menabrak mobil operasional polisi sehingga mengakibatkan kerusakan. Beruntung si pelajar tidak mengalami luka fatal. ”Mobil kami ditabrak, lampu belakang pecah,” bebernya.
Para pemuda berikut kendaraannya digiring ke Mapolresta untuk proses lebih lanjut. Hingga tadi malam, polisi masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap bocah-bocah yang terlibat aksi balap liar tersebut. Anang menegaskan, para pelajar yang terjaring razia bakal diserahkan ke pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan. Demikian pula dengan pembinaan dua pemuda selaku joki diserahkan ke orang tua masing-masing.
Laporan maraknya aksi balap liar diperoleh polisi dari masyarakat sekitar. Lokasi di perbatasan Kota dan Kabupaten Mojokerto tersebut disebut kerap jadi arena balap liar. Ruas Jalan LC Meri-Jayanegara di tepi sungai yang sebelumnya tak beraspal dan baru tuntas dibangun tahun ini dengan biaya Rp 1,7 miliar oleh pemkot tersebut justru jadi arena adu kecepatan setiap sore hari.
Setelah razia kemarin, kepolisian mengaku bakal meningkatkan patroli di lokasi untuk mengantisipasi ajang serupa terulang. ”Kita lakukan pembinaan saja, tidak ditilang,” tandasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah