alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dua Pembobol Minimarket Dibekuk

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat bulan penyidikan, kasus pembobolan minimarket di Jalan Raya Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, akhirnya terungkap. Dua pelaku berhasil ditangkap berkat sidik jari yang menempel di lempengan mesin ATM. Kini, satu pelaku lain masih dalam perburuan polisi.

Penangkapan kedua pelaku berlangsung Jumat (24/12). Laskar Teguh Tri Wibowo, 31, warga Desa Pagerejo, Kecamatan Gedeg diamankan saat berada di kediaman Dimas Maulana Kusumanegara, 24 di Dusun Ngares Kulon, Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg, sekitar pukul 18.00. Hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah membobol minimarket dan berusaha menjebol mesin ATM.

Mereka memiliki komplotan spesialis pembobol minimarket. ”Baru sekali (beraksi) di Mojokerto,” ucap Teguh.

Baca Juga :  Pos Rumah Sakit Jadi Ajang Judi

Selain di Mojokerto, Teguh mengaku juga terlibat pembobolan minimarket di Sidoarjo. Dia beralasan, aksinya ini dilakukan karena tak memiliki pekerjaan. Hasil pencurian dipakai untuk menambal kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripro Himawan menjelaskan, modus pembobolan minimarket ini dilakukan dengan cara menjebol atap plafon. Sebelum beraksi, kedua pelaku mengamati situasi sekitar lokasi selama seminggu. Hal ini untuk memastikan penjagaan minimarket saat malam hari.

Setelah menemukan celah, keduanya melancarkan aksinya, akhir Agustus lalu. Sasaran awalnya adalah menguras uang dari mesin ATM. ”Yang bersangkutan melakukan penjebolan mesin ATM menggunakan tabung gas LPG,” terangnya dalam pers rilis kemarin. Namun, saat proses pengelasan ATM sedang berlangsung, alarm toko berbunyi keras. Keduanya kabur. Kendati tak berhasil membobol ATM, mereka menggasak barang toko berupa puluhan bungkus rokok. Mereka kabur dengan dibantu satu pelaku yang saat ini masih buron.

Baca Juga :  Rumah Mbah Mo Hangus Terbakar

Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 204 juta. Yakni, Rp 200 juta akibat kerusakan mesin ATM serta Rp 4 juta akibat barang yang diambil. Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Rofiq menegaskan, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lain yang saat ini ditetapkan DPO. Pelaku diminta untuk segera menyerahkan diri. ”Tapi kalau mau kucing-kucingan, silakan. Kami akan kejar sampai lubang semut,” tukasnya. (adi/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat bulan penyidikan, kasus pembobolan minimarket di Jalan Raya Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, akhirnya terungkap. Dua pelaku berhasil ditangkap berkat sidik jari yang menempel di lempengan mesin ATM. Kini, satu pelaku lain masih dalam perburuan polisi.

Penangkapan kedua pelaku berlangsung Jumat (24/12). Laskar Teguh Tri Wibowo, 31, warga Desa Pagerejo, Kecamatan Gedeg diamankan saat berada di kediaman Dimas Maulana Kusumanegara, 24 di Dusun Ngares Kulon, Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg, sekitar pukul 18.00. Hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah membobol minimarket dan berusaha menjebol mesin ATM.

Mereka memiliki komplotan spesialis pembobol minimarket. ”Baru sekali (beraksi) di Mojokerto,” ucap Teguh.

Baca Juga :  Hamil 7 Bulan, Dijambret, Kaki Patah

Selain di Mojokerto, Teguh mengaku juga terlibat pembobolan minimarket di Sidoarjo. Dia beralasan, aksinya ini dilakukan karena tak memiliki pekerjaan. Hasil pencurian dipakai untuk menambal kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripro Himawan menjelaskan, modus pembobolan minimarket ini dilakukan dengan cara menjebol atap plafon. Sebelum beraksi, kedua pelaku mengamati situasi sekitar lokasi selama seminggu. Hal ini untuk memastikan penjagaan minimarket saat malam hari.

Setelah menemukan celah, keduanya melancarkan aksinya, akhir Agustus lalu. Sasaran awalnya adalah menguras uang dari mesin ATM. ”Yang bersangkutan melakukan penjebolan mesin ATM menggunakan tabung gas LPG,” terangnya dalam pers rilis kemarin. Namun, saat proses pengelasan ATM sedang berlangsung, alarm toko berbunyi keras. Keduanya kabur. Kendati tak berhasil membobol ATM, mereka menggasak barang toko berupa puluhan bungkus rokok. Mereka kabur dengan dibantu satu pelaku yang saat ini masih buron.

Baca Juga :  Jebol Tembok, Brankas Distributor Mamin Dikuras
- Advertisement -

Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 204 juta. Yakni, Rp 200 juta akibat kerusakan mesin ATM serta Rp 4 juta akibat barang yang diambil. Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Rofiq menegaskan, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lain yang saat ini ditetapkan DPO. Pelaku diminta untuk segera menyerahkan diri. ”Tapi kalau mau kucing-kucingan, silakan. Kami akan kejar sampai lubang semut,” tukasnya. (adi/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/