alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Enam Emak-Emak Edarkan Narkoba, Satu Bulan Polisi Tangkap 27 Tersangka

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam sebulan terakhir ini, 27 tersangka kasus narkoba berhasil diungkap Satnarkoba Polresta Mojokerto. Bahkan, enam di antaranya adalah emak-emak, belakangan berstatus sebagai ibu rumah tangga (IRT).

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, mengatakan, peredaran narkoba di wilayah hukumnya seakan tak ada habisnya. Hampir setiap minggu, ada saja pengedar yang ditangkap karena kepemilikan narkoba. Tren ini terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.

’’Dalam sebulan ini, ada 27 tersangka dari 20 jaringan berhasil kita ungkap,’’ kata Bogiek dalam ungkap kasus di mapolresta kemarin. Dia menjelaskan, ke-27 tersangka itu di antaranya 21 laki-laki, dan enam lainnya adalah perempuan.

Dari hasil pemeriksaan, rata-rata para tersangka yang diamanakan berstatus sebagai pengedar. Untuk memluskan bisnis haram ini, tersangka perempuan ini mempunyai tugas khusus sekaligus mencari pelanggan baru.

Baca Juga :  Disambar Pelajar Bermotor saat Menyeberang, Kakek dan Nenek Tewas

Sasarannya tak lain adalah usia produktif. ’’Termasuk kalangan pelajar, juga jadi sasaran,’’ tuturnya. Yang menjadi perhatian, satu dari enam tersangka perempuan, Indrawati, 42, warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, petugas berhasil menyita 4,18 gram sabu-sabu dan 2 ribu butir pil koplo.

Dengan rincian, sembilan plastik klip berisikan sabu-sabu dengan berat bruto 4,18 gram. Dan, 2 ribu butir pil dobel L yang dikemas dalam 20 plastik dengan masing-masing berisi 50 butir, dan 1 bungkus plastik besar isi 1.000 butir.

’’Barang bukti ini kami dapati di dalam rumah tersangka saat petugas melakukan penggeledahan,’’ tuturnya. Sehingga, dari total hasil pengungkapan itu, setidaknya petugas berhasil menyita 221,75 gram narkoba jenis sabu-sabu, dan 2 ribu butir pil koplo.

Baca Juga :  Dishub Kaji Ulang Jam Larangan

’’Jika dikalkulasikan, barang bukti yang kami sita nilainya mencapai Rp 332 juta,’’ tegasnya. Kasatnarkoba Polresta Mojokerto AKP Redik Tribawanto, menambahkan, hingga kini, petugas masih melakukan pengembangan atas ditangkapnya 27 pengedar narkoba tersebut. Sebab, para pelaku belakangan diketahui memiliki jaringan.

’’Kami juga sudah mengantongi beberapa nama yang diduga terlibat jaringan para tersangka. Sekarang masih kita dalami,’’ ungkapnya. Selain sabu-sabu seberat 221,75 gram dan 2 ribu butir dobel L, petugas juga menyita lima timbangan elektrik, empat set alat hisap sabu-sabu, 22 handphone, serta uang tunai Rp 1,6 juta.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1,  Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam sebulan terakhir ini, 27 tersangka kasus narkoba berhasil diungkap Satnarkoba Polresta Mojokerto. Bahkan, enam di antaranya adalah emak-emak, belakangan berstatus sebagai ibu rumah tangga (IRT).

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, mengatakan, peredaran narkoba di wilayah hukumnya seakan tak ada habisnya. Hampir setiap minggu, ada saja pengedar yang ditangkap karena kepemilikan narkoba. Tren ini terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.

’’Dalam sebulan ini, ada 27 tersangka dari 20 jaringan berhasil kita ungkap,’’ kata Bogiek dalam ungkap kasus di mapolresta kemarin. Dia menjelaskan, ke-27 tersangka itu di antaranya 21 laki-laki, dan enam lainnya adalah perempuan.

Dari hasil pemeriksaan, rata-rata para tersangka yang diamanakan berstatus sebagai pengedar. Untuk memluskan bisnis haram ini, tersangka perempuan ini mempunyai tugas khusus sekaligus mencari pelanggan baru.

Baca Juga :  Maling Cabai Marak, Polisi Gencar Patroli

Sasarannya tak lain adalah usia produktif. ’’Termasuk kalangan pelajar, juga jadi sasaran,’’ tuturnya. Yang menjadi perhatian, satu dari enam tersangka perempuan, Indrawati, 42, warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, petugas berhasil menyita 4,18 gram sabu-sabu dan 2 ribu butir pil koplo.

Dengan rincian, sembilan plastik klip berisikan sabu-sabu dengan berat bruto 4,18 gram. Dan, 2 ribu butir pil dobel L yang dikemas dalam 20 plastik dengan masing-masing berisi 50 butir, dan 1 bungkus plastik besar isi 1.000 butir.

- Advertisement -

’’Barang bukti ini kami dapati di dalam rumah tersangka saat petugas melakukan penggeledahan,’’ tuturnya. Sehingga, dari total hasil pengungkapan itu, setidaknya petugas berhasil menyita 221,75 gram narkoba jenis sabu-sabu, dan 2 ribu butir pil koplo.

Baca Juga :  PK Dikabulkan, Teguh Gunarko Segera Bebas

’’Jika dikalkulasikan, barang bukti yang kami sita nilainya mencapai Rp 332 juta,’’ tegasnya. Kasatnarkoba Polresta Mojokerto AKP Redik Tribawanto, menambahkan, hingga kini, petugas masih melakukan pengembangan atas ditangkapnya 27 pengedar narkoba tersebut. Sebab, para pelaku belakangan diketahui memiliki jaringan.

’’Kami juga sudah mengantongi beberapa nama yang diduga terlibat jaringan para tersangka. Sekarang masih kita dalami,’’ ungkapnya. Selain sabu-sabu seberat 221,75 gram dan 2 ribu butir dobel L, petugas juga menyita lima timbangan elektrik, empat set alat hisap sabu-sabu, 22 handphone, serta uang tunai Rp 1,6 juta.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1,  Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/