alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Aneh, Jumlah Uang ATM BCA yang Dibobol Tersangka Berkurang

MOJOKERTO – Sidang kasus pembobolan ATM Bank Central Asia (BCA) di Indomaret Jalan Raya Bypass, Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (31/1).  

Salah satu terdakwa, Yudianto, warga Jalan Raya Penjaringan Timur, Kota Surabaya, membantah, dia bersama tiga temannya, Andik Pranoto, Irfan Feri Nugroho, dan Ratno membawa kabur uang ATM senilai Rp 673 juta.

”Tidak benar kalau kami mencuri uang di ATM BCA itu sebanyak Rp 673 juta. Kami hanya mencuri uang Rp 630 juta,’’ katanya dihadapan majelis majelis hakim yang diketuai Joko Waluyo, SH. Hal itu, setelah dia menjawab keterangan dari lima orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto di ruang sidang Cakra.

Baca Juga :  Buruh Pabrik Diserang, Ditemukan Tewas Mengambang

Mereka menyebut, uang dalam ATM yang dicuri komplotan terdakwa memang senilai Rp 673 juta. Para saksi tersebut adalah Hendra Suprianto dan Agus Prasetyo sebagai supervisor. Selain itu, ada Siti Aminah, Khairul Huda, dan Dedi Heri Setiawan sebagai pengawas.

Di depan majelis hakim, Hendra Suprianto, menjelaskan, dalam ATM BCA, terhitung uang yang dibawa kabur keempat terdakwa nilainya mencapai Rp 673 juta. ”Sebelumnya, ATM itu kami isi sebesar Rp 920 juta,’’ jelasnya. Khairul Huda juga mengatakan hal yang sama.

Menurutnya, dari nilai pengisian awal, uang yang dibawa kabur para terdakwa jumlahnya mencapai Rp 673 juta. Sedangkan selebihnya telah berkurang pasca beberapa kali ada catatan transaksi dari para nasabah BCA di ATM. ”Setelah terjadi pembobolan ATM, pagi-pagi kami langsung ke tempat kejadian,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kurir Sabu Asal Jombang dan Madiun Digerebek

Sementara itu, JPU Kejari Mojokerto Syarif Simatupang, menegaskan, JPU sependapat dengan keterangan para saksi. Alasannya, lanjut Syarif, keterangan yang disampaikan tersebut sudah sesuai dengan berita acara pemerikasaan (BAP). ”Iya betul. Pihak JPU membenarkan kesaksian dari pihak BCA,’’ tandasnya. (ras)

 

 

MOJOKERTO – Sidang kasus pembobolan ATM Bank Central Asia (BCA) di Indomaret Jalan Raya Bypass, Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (31/1).  

Salah satu terdakwa, Yudianto, warga Jalan Raya Penjaringan Timur, Kota Surabaya, membantah, dia bersama tiga temannya, Andik Pranoto, Irfan Feri Nugroho, dan Ratno membawa kabur uang ATM senilai Rp 673 juta.

”Tidak benar kalau kami mencuri uang di ATM BCA itu sebanyak Rp 673 juta. Kami hanya mencuri uang Rp 630 juta,’’ katanya dihadapan majelis majelis hakim yang diketuai Joko Waluyo, SH. Hal itu, setelah dia menjawab keterangan dari lima orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto di ruang sidang Cakra.

Baca Juga :  Ponsel Mewah Raib, Lapor Polisi

Mereka menyebut, uang dalam ATM yang dicuri komplotan terdakwa memang senilai Rp 673 juta. Para saksi tersebut adalah Hendra Suprianto dan Agus Prasetyo sebagai supervisor. Selain itu, ada Siti Aminah, Khairul Huda, dan Dedi Heri Setiawan sebagai pengawas.

Di depan majelis hakim, Hendra Suprianto, menjelaskan, dalam ATM BCA, terhitung uang yang dibawa kabur keempat terdakwa nilainya mencapai Rp 673 juta. ”Sebelumnya, ATM itu kami isi sebesar Rp 920 juta,’’ jelasnya. Khairul Huda juga mengatakan hal yang sama.

Menurutnya, dari nilai pengisian awal, uang yang dibawa kabur para terdakwa jumlahnya mencapai Rp 673 juta. Sedangkan selebihnya telah berkurang pasca beberapa kali ada catatan transaksi dari para nasabah BCA di ATM. ”Setelah terjadi pembobolan ATM, pagi-pagi kami langsung ke tempat kejadian,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Buruh Pabrik Diserang, Ditemukan Tewas Mengambang
- Advertisement -

Sementara itu, JPU Kejari Mojokerto Syarif Simatupang, menegaskan, JPU sependapat dengan keterangan para saksi. Alasannya, lanjut Syarif, keterangan yang disampaikan tersebut sudah sesuai dengan berita acara pemerikasaan (BAP). ”Iya betul. Pihak JPU membenarkan kesaksian dari pihak BCA,’’ tandasnya. (ras)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/