alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Seluruh Kasus Tabrak Lari Masih Buram

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tabrak lari yang terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tahun ini belum ada yang terungkap. Jumlahnya mencapai16 kejadian dengan empat korban meninggal dunia. Polisi mengaku kesulitan melacak para pelaku.

Catatan Satlantas Polres Mojokerto Kota menyebutkan, kejadian laka lantas tabrak lari mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 40 kasus. Tahun ini terdapat 16 kasus dan mengakibatkan empat nyawa melayang serta 15 orang mengalami luka ringan.

Seluruh kasus tersebut hingga saat ini masih buram. Polisi belum mengungkap satu pun kasus tabrak lari. ’’Semuanya masih dalam penyelidikan, belum ada yang berhasil kami ungkap,’’ terang Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota Ipda Lukman Basoni.

Baca Juga :  Bejat! Istri Dijual Rp 1,5 Juta untuk 2 Jam

Terakhir, insiden kecelakaan tabrak lari menimpa pemotor yang di Jalan Raya Bypass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kamis dini hari (18/11). Didit Argiyanto, 26, warga Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tewas terlindas truk kontainer saat berusaha menyalip dari sisi kiri.

Korban saat itu melaju dari arah Surabaya mengendarai Honda Scoopy nopol S 2874 YZ dengan membonceng temannya Harry Poernomo, 31, warga Desa Plumpung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Pascakejadian, petugas langsung mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Penyelidikan terhadap identitas truk juga dilakukan dengan memeriksa CCTV. ’’Kami cek semua CCTV sepanjang jalan itu, tapi ndak ada yang bisa melihat nopolnya,’’ ungkapnya.

Namun, hingga kini, kasus tersebut belum juga menemui titik terang. Selain terkendala minimnya saksi di lokasi, sejumlah petunjuk juga belum bisa mengungkap pelat nomor truk, lebih-lebih identitas sopirnya. Kendala serupa juga terjadi terhadap 15 kasus tabrak lari yang terjadi sepanjang tahun ini.

Baca Juga :  Pemudik Tewas di Jalan Raya Trowulan-Mojoagung

Basoni menegaskan, pihaknya terus berupaya mengungkap seluruh kasus tabrak lari ini. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk menangkap para pelaku yang diduga telah memicu kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban tersebut. (adi/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tabrak lari yang terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tahun ini belum ada yang terungkap. Jumlahnya mencapai16 kejadian dengan empat korban meninggal dunia. Polisi mengaku kesulitan melacak para pelaku.

Catatan Satlantas Polres Mojokerto Kota menyebutkan, kejadian laka lantas tabrak lari mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 40 kasus. Tahun ini terdapat 16 kasus dan mengakibatkan empat nyawa melayang serta 15 orang mengalami luka ringan.

Seluruh kasus tersebut hingga saat ini masih buram. Polisi belum mengungkap satu pun kasus tabrak lari. ’’Semuanya masih dalam penyelidikan, belum ada yang berhasil kami ungkap,’’ terang Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota Ipda Lukman Basoni.

Baca Juga :  Ngotot Bergulir Meski Minim Peserta

Terakhir, insiden kecelakaan tabrak lari menimpa pemotor yang di Jalan Raya Bypass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kamis dini hari (18/11). Didit Argiyanto, 26, warga Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tewas terlindas truk kontainer saat berusaha menyalip dari sisi kiri.

Korban saat itu melaju dari arah Surabaya mengendarai Honda Scoopy nopol S 2874 YZ dengan membonceng temannya Harry Poernomo, 31, warga Desa Plumpung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Pascakejadian, petugas langsung mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Penyelidikan terhadap identitas truk juga dilakukan dengan memeriksa CCTV. ’’Kami cek semua CCTV sepanjang jalan itu, tapi ndak ada yang bisa melihat nopolnya,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Namun, hingga kini, kasus tersebut belum juga menemui titik terang. Selain terkendala minimnya saksi di lokasi, sejumlah petunjuk juga belum bisa mengungkap pelat nomor truk, lebih-lebih identitas sopirnya. Kendala serupa juga terjadi terhadap 15 kasus tabrak lari yang terjadi sepanjang tahun ini.

Baca Juga :  Dua Hari, Dua Motor Amblas

Basoni menegaskan, pihaknya terus berupaya mengungkap seluruh kasus tabrak lari ini. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk menangkap para pelaku yang diduga telah memicu kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban tersebut. (adi/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/