alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Identitas Korban Masih Misterius

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi kesulitan mengungkap identitas jasad perempuan yang ditemukan mengambang di Sungai Brantas Dusun Tempel, Desa Kedungmungal, Kematan Pungging, Sabtu (25/12) lalu. Kondisi mayat yang sudah membusuk menjadi ganjalan membongkar jati diri korban. 

Sudah empat hari sejak kali ditemukan, mayat perempuan itu masih belum dikenali. Hingga kepolisian memutuskan untuk memakamkan jasad korban tersebut di wilayah Mojosari. ”Setelah kami lakukan autopsi, tadi (kemarin) pagi dimakamkan di wilayah Mojosari,” ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo.

Ia tak menampik jika petugas sempat berkali-kali melakukan pemeriksaan sidik jari korban guna mengungkap identitasnya. Namun, sejauh ini hasilnya masih nihil. Menurutnya, hal tersebut kerap dialami petugas saat mengidentifikasi jasad yang kondisinya telah lama membusuk. ”Itu sudah biasa, mayat tenggelam itu kan sidik jarinya sudah tidak normal,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ditinggal Main ke Tetangga, Ibu Hamil Kaget Rumahnya Terbakar

Andaru mengatakan, membusuknya jasad korban jadi kendala utama petugas. Terlebih jasad tersebut membusuk karena terendam air dalam jangka waktu lama. Sebab, menurutnya, air mampu merusak struktur sidik jari jasad yang kerap digunakan petugas untuk mengidentifikasi identitas seseorang. ”Kondisi mayat sudah tidak sempurna, sidik jarinya rusak karena kena air. Tapi kemarin sudah kami lakukan autopsi dan kami masih terus cari identitasnya,” katanya.

Sejauh ini sudah ada keluarga yang berupaya mengkonfirmasi identitas mayat perempuan tersebut ke Mapolres Mojokerto. Namun, hasilnya masih nihil lantaran ciri-ciri korban tidak sama dengan jasad yang ditemukan. ”Sudah ada keluarga dari (Kabupaten) Kediri yang ke sini, mereka kehilangan (anggota) keluarganya. Setelah kami periksa ternyata itu bukan keluarga mereka karena berdasarkan ciri-ciri yang dikenali keluarga tidak sama dengan yang ada pada mayat tersebut,” urainya.

Baca Juga :  Jalur Perdagangan dan Komoditas Ekspor

Mantan Kasatreskrim Polres Malang itu meminta, agar pihak yang mengenali ciri-ciri korban yang ditemukan hanya mengenakan baju motif kotak warna kuning dan bra warna merah itu segera melapor ke polisi untuk ditindak lanjuti.

Adapun ciri-ciri korban berusia sekitar 30 tahun, berperawakan sedang, rambut gelombang panjang sebahu, kulit sawo matang, berat badan sekitar 60 Kg, dan tinggi badan sekitar 150 cm.

Sebelumnya, warga Dusun Tempel, Desa Kedungmungal, Kecamatan Pungging, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di Sungai Brantas, Dusun Tempel, Desa Kedungmungal, Kecamatan Pungging. Jasad perempuan itu ditemukan pencari ikan dalam posisi tengkurap dan bagian kaki tersangkut semak-semak di bibir sungai. Saat itu mayat ditemukan dalam kondisi setengah telanjang dan sudah membusuk. (vad/ron)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi kesulitan mengungkap identitas jasad perempuan yang ditemukan mengambang di Sungai Brantas Dusun Tempel, Desa Kedungmungal, Kematan Pungging, Sabtu (25/12) lalu. Kondisi mayat yang sudah membusuk menjadi ganjalan membongkar jati diri korban. 

Sudah empat hari sejak kali ditemukan, mayat perempuan itu masih belum dikenali. Hingga kepolisian memutuskan untuk memakamkan jasad korban tersebut di wilayah Mojosari. ”Setelah kami lakukan autopsi, tadi (kemarin) pagi dimakamkan di wilayah Mojosari,” ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo.

Ia tak menampik jika petugas sempat berkali-kali melakukan pemeriksaan sidik jari korban guna mengungkap identitasnya. Namun, sejauh ini hasilnya masih nihil. Menurutnya, hal tersebut kerap dialami petugas saat mengidentifikasi jasad yang kondisinya telah lama membusuk. ”Itu sudah biasa, mayat tenggelam itu kan sidik jarinya sudah tidak normal,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Mobil Polisi Rusak, Kampas Rem Habis dan Ban Tipis

Andaru mengatakan, membusuknya jasad korban jadi kendala utama petugas. Terlebih jasad tersebut membusuk karena terendam air dalam jangka waktu lama. Sebab, menurutnya, air mampu merusak struktur sidik jari jasad yang kerap digunakan petugas untuk mengidentifikasi identitas seseorang. ”Kondisi mayat sudah tidak sempurna, sidik jarinya rusak karena kena air. Tapi kemarin sudah kami lakukan autopsi dan kami masih terus cari identitasnya,” katanya.

Sejauh ini sudah ada keluarga yang berupaya mengkonfirmasi identitas mayat perempuan tersebut ke Mapolres Mojokerto. Namun, hasilnya masih nihil lantaran ciri-ciri korban tidak sama dengan jasad yang ditemukan. ”Sudah ada keluarga dari (Kabupaten) Kediri yang ke sini, mereka kehilangan (anggota) keluarganya. Setelah kami periksa ternyata itu bukan keluarga mereka karena berdasarkan ciri-ciri yang dikenali keluarga tidak sama dengan yang ada pada mayat tersebut,” urainya.

Baca Juga :  Kejari Janji Tuntaskan Kasus Disperta

Mantan Kasatreskrim Polres Malang itu meminta, agar pihak yang mengenali ciri-ciri korban yang ditemukan hanya mengenakan baju motif kotak warna kuning dan bra warna merah itu segera melapor ke polisi untuk ditindak lanjuti.

- Advertisement -

Adapun ciri-ciri korban berusia sekitar 30 tahun, berperawakan sedang, rambut gelombang panjang sebahu, kulit sawo matang, berat badan sekitar 60 Kg, dan tinggi badan sekitar 150 cm.

Sebelumnya, warga Dusun Tempel, Desa Kedungmungal, Kecamatan Pungging, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di Sungai Brantas, Dusun Tempel, Desa Kedungmungal, Kecamatan Pungging. Jasad perempuan itu ditemukan pencari ikan dalam posisi tengkurap dan bagian kaki tersangkut semak-semak di bibir sungai. Saat itu mayat ditemukan dalam kondisi setengah telanjang dan sudah membusuk. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/