25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Ustad Cabul di Mojokerto Dituntut Ganti Rugi Rp 44 Juta

Bagi Tiga Korban

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, Rudianto, 40, guru ngaji TPQ di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dituntut membayar restitusi sebesar Rp 44 juta kepada ketiga korban. Terdakwa pencabulan itu dinilai pantas membayar biaya ganti rugi atas perlakuan nista yang diterima para muridnya.

Rudianto alias Ustad Udin didakwa mencabuli tiga murid laki-lakinya. Aksi bejat tersebut dilakukan puluhan kali dalam kurung dua bulan. Atas perbuatan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar terdakwa dihukum 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Selain hukuman pidana, JPU juga meminta agar majelis hakim menjatuhkan sanksi restitusi. ”Kita meminta dana restitusi kepada terdakwa untuk mengganti kerugian korban,” kata Kasi Pidum Kejari Kabupaten Mojokerto Nala Arjhunto. Total biaya restitusi untuk tiga korban yang dibebankan kepada terdakwa sebesar Rp 44 juta. Nilai ganti rugi ini berbeda-beda tiap korban. Yaitu, Rp 16.229.000, Rp 12.780.000, dan Rp 14.990.000.

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar 62 Kasus Penyelewengan BBM dan Elpiji Subsidi

Nala menyatakan, besaran biaya restitusi itu ditentukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dalam kasus ini, pihaknya mengakomodasi pertimbangan tersebut untuk dituntutkan ke terdakwa. ”Angka itu kami dapatkan dari LPSK. Cuma nanti apakah dikabulkan oleh hakim atau tidak kita lihat vonisnya seperti apa,” jelasnya.

Restitusi merupakan biaya ganti rugi yang wajib diterima korban kekerasan seksual. Biaya ini untuk pemulihan baik kerugian material maupun immaterial. JPU tak menggaransi restitusi pasti terbayarkan kendati hakim nantinya memvonis demikian. Sebab, menurut Nala, sejauh ini belum ada payung hukum yang mengatur alternatif hukuman lain apabila restitusi tak dipenuhi. ”Soalnya kalau tidak kuat membayar restitusi juga tidak ada alternatif penjara lainnya,” tandasnya. Dalam sidang tuntutan yang berlangsung Senin (28/11), terdakwa Ustad Dian diberi waktu satu minggu untuk pengajukan pledoi atau pembelaan.

Baca Juga :  Shofrul Mukhlis, 34, Perajin Daur Ulang Kaca Asal Pacet Mojokerto

Sebelumnya, kasus pencabulan di lingkungan pendidikan agama ini mencuat setelah keluarga korban melapor ke Satreskrim Polres Mojokerto Mei lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan, selama Januari-Februari beraksi, tiga murid laki-laki dicabuli hingga puluhan kali. Yakni, dua korban mendapat kekerasan seksual sepuluh kali dan satu korban lima kali. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/