25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Tuding Tuntutan Jaksa Ngawur, Kades Rejosari Mojokerto Minta Dibebaskan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kades Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Suprapto dan Kadus Lebaksari Hariyanto meminta dibebaskan dari segala tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Kuasa hukum kedua terdakwa menuding dakwaan pasal penipuan yang dialamatkan kepada kliennya ngawur.

Hal ini terungkap dalam sidang pembacaan nota pembelaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Selasa (29/11) siang. Konstruksi Pasal 378 juncto Pasal 55 Ayat 1 juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP yang diajukan JPU dinilai salah kaprah. Pasal itu pada intinya mengatur tentang perbuatan berkomplot melakukan penipuan. ”Jaksa penuntut umum terlalu antusias menjerat para terdakwa,” cetus kuasa hukum kedua terdakwa, Iwan Setianto.

Menurut Iwan, unsur pasal pidana yang didakwakan pada kliennya tidak terpenuhi. Pihaknya ngotot, dalam fakta persidnagan, kedua terdakwa tidak pernah mengumpulkan warga untuk melakukan sosialisasi program PTSL, memerintah warga membayar Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta, atau pun menjanjikan sertifikat tanah pada 2020 silam.

Baca Juga :  Nasabah Direkrut Dari Jamaah Pengajian

”Yang ada hanya ingin memperjuangkan warga desanya yang administrasi hak atas tanahnya amburadul atau tidak sesuai dengan kepemilikan yang sesungguhnya. Dan setelah pembetulan itu pemerintah desa akan mengajukan sertifikasi masal,” imbuh Iwan. Besaran biaya yang telah disepakati dalam musyawarah digunakan untuk proses pembetulan hak atas tanah. Seperti membeli patok batas, pengukuran tanah, dan biaya administrasi lain.

Iwan menilai, JPU tidak jujur dalam menyimpulkan keterangan 23 saksi dan kedua terdakwa yang dihadirkan dalam persidangan. Pihaknya juga menuding kasus ini merupakan sentimen politik dari terlapor yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala Desa Rejosari. Iwan menyebut, kasus dugaan penipuan ini telah merugikan kliennya sebagai pemimpin di Desa Rejosari.

Dirinya menilai kedua terdakwa tidak bersalah dan perbuatannya bukan termasuk pidana. ”Tuntutannya ngawur,” kata dia. Dalam nota pledoi setebal 118 halaman itu, Iwan meminta supaya kedua terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan. ”Agar memberi putusan tidak bersalah serta memerintahkan untuk membebaskan kedua terdakwa,” tandasnya.

Baca Juga :  Polda Razia Belasan Gudang Minyak Ilegal

Atas pembacaan pledoi tersebut, JPU Kejari Kabupaten Mojokerto Alaix Bikhukmil Hakim meminta waktu untuk memberi tanggapan. Ketua Majelis Hakim Sarudi memutuskan menskors sidang selama tiga jam.

Sebelumnya, Kades Rejosari Suprapto dan Kadus Lebaksari Hariyanto dituntut hukuman 1,5 tahun penjara atas kasus dugaan penipuan dalam program PTSL pada 2020 silam. Kedua terdakwa diduga menipu ratusan orang dari satu dusun dengan kerugian sekitar Rp 100 juta. ”Tahun itu tidak ada program PTSL. Di sini kami dari sisi korban, mereka sudah membayar tapi tidak dapat sertifikat tanah,” ujar Alaix. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/