25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Pelaku Begal Payudara Dicerai Istri usai Ditangkap Polisi

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula, tengah dialami EDW, warga Dusun Ngembes, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas. Pelaku aksi begal payudara yang meresahkan warga warga Trawas dan Pungging beberapa waktu lalu itu kini telah diamankan kepolisian. Selain harus mendekam di penjara, EDW langsung diceraikan istrinya setelah ia diringkus kepolisian.

Dipajang saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto kemarin, EDW mengaku nekat enam kali beraksi lantaran didorong rasa penasaran di dalam benaknya. Rasa penasaran itu tak lain pada payudara wanita yang menjadi sasarannya. Terlebih, EDW mengaku puas setelah aksinya berhasil. ’’Pertama karena saya penasaran. Setelah saya rasakan, ternyata ada sensasi puas. Seebb begitu,’’ ungkapnya.

Rasa penasaran itu dibarengi hasrat cabul EDW yang tiba-tiba muncul hingga mendorongnya nekat beraksi. ’’Belakangan ini saja seperti itu. Mungkin ya sekitar bulan Juli lalu itu,’’ katanya.

Baca Juga :  Mengurung Binatang Buas

Saat beraksi, lanjut EDW, dia menyasar korban yang menurutnya memiliki payudara besar. Terutama pada ibu-ibu dan perempuan muda. ’’Perempuan yang berpayudara besar. Tidak Cuma ibu-ibu saja, ada anak muda juga,’’ bebernya.

Padahal, diakuinya, EDW telah menikah sejak tiga tahun lalu. Bahkan, saat ini dia dan sang istri telah dikaruniai satu anak berusia 2,5 tahun. Namun, pernikahan EDW harus kandas setelah sang istri mengetahui tabiat cabulnya tersebut. ’’Tapi setelah kena begini langsung diceraikan,’’ ucapnya. Pelaku aksi cabul ini diamankan Satreskrim Polres Mojokerto di tengah pelariannya.

Berdasarkan rekaman CCTV, EDW diringkus petugas di wilayah Pasuruan beberapa hari lalu. ’’Kami amankan pelaku saat berada di salah satu warung kopi di Jalan Raya Surabaya-Pasuruan, Kelurahan Letek, Kecamatan Bangil, Pasuruan. Karena memang pelaku ini selalu berpindah-pindah setelah beraksi,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar, kemarin.

Baca Juga :  Korupsi Dana CSR Bank BUMN di Kota Mojokerto Berpotensi Muncul Tersangka Baru

Dijelaskannya, sejak Juli lalu, pelaku telah enam kali melancarkan aksinya di wilayah hukum Polres Mojokerto. Masing-masing, empat kali di Trawas dan dua kali di Pungging. Awal Juli lalu, setidaknya ada dua ibu muda yang melapor ke kepolisian atas aksi cabul EDW tersebut. Yakni, SON, 24; dan NDM, 24, yang merupakan warga Kecamatan Trawas.

’’Kemungkinan korban ada banyak. Namun, keterangan dari pelaku, dia beraksi enam kali. Sedangkan korban yang melapor sejauh ini baru dua orang,’’ urainya. Disinggung soal kelainan seksual pada EDW, pihaknya belum bisa bicara banyak. Sebab, hal tersebut mesti dibuktikan melalui proses pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut. ’’Untuk dugaan kelainan psikologis pelaku saat ini masih kami dalami seperti apa,’’ tandas Apip. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/