alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Upload Video Adu Jotos, Untuk Mendongkrak Subscriber

Penyelidikan viralnya video yang mempertontonkan aksi tawuran yang melibatkan kelompok remaja berusia pelajar di Kabupaten Mojokerto di media sosial (medsos) terus bergulir. Lokasi pasti di mana dan siapa pelakunya hingga detik ini masih misterius.

 

Namun, di balik keresahan masyarakat akibat beredarnya vidio adu jotos dengan tanda lokasi Bangsal, Mojokerto, membuat polisi akhirnya meringkus tiga remaja, Kamis (29/10). Ketiganya yang kini statusnya saksi masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Mojokerto. ’’Tiga remaja ini statusnya selaku pengunggah vidio,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Masing-masing, Dina Fransiska, 19, dan Galuh Fernanda, 21, warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, serta Mukhammad  Soni Dharmawan, 20, warga Dusun Banci, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. ’’Masing-masing dari mereka ini masih dalam tahapan pemeriksaan. Status mereka saat ini sebagai saksi. Dilakukanya pemeriksaan seperti ini untuk pencegahan agar tidak semakin beredar luas,’’ katanya.

Dari serangkaian penenulusuran yang telah dilakukan di lapangan pihaknya menegaskan jika video yang beredar tersebut bukan berada di Kecamatan Bangsal sesuai tertera tanda lokasi Bangsal, Mojokerto. Petugas pun masih melakukan penyelidikan di mana sebenarnya ini terjadi.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga Kendarai Motor dengan Nopol Palsu

Dari hasil pemeriksaan, ketiga pengunggah ini juga  tidak tahu asal video tersebut. Mereka berdalih mendapatkan video dari pesan berantai di aplikasi WhatsApp (WA). Saat itu, salah satu dari saksi ini melihat story WhatsApp salah satu temannya dan mengetahui ada perkelahian antarperempuan. Secara sepihak, salah seorang saksi lain kemudian men-download video itu.

Berawal dari situ, lanjut Dony, video kemudian diminta temannya hingga sampai ke tangan Dharmawan, pria asal Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Oleh Dharmawan, video yang tak jelas sumbernya ini diposting ke akun YouTube-nya dengan judul, Tawuran Antar Gen9 Cewek di Bangsal Mojokerto Liar Seperti Binatang. Seketika itu membuat gempar masyarakat.

Para netizen yang mengetahui pun akhirnya saling share dan unduh video tersebut yang berakibat viral. Beredarnya video ini mengharuskan polisi gerak cepat melakukan penyelidikan dan mengamankan tiga remaja. ’’Tujuan meng-upload ke YouTube untuk mendapatkan subscribe sebanyak mungkin untuk di-monetisasi atau daftar penghasilan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Benarkan Pria Korban Pembunuhan Adalah Maling Sapi?

Dharmawan, pengunggah video sekaligus pemilik akun mengaku, jika dirinya sengaja meng-upload video yang belum jelas muasalnya ke akun YouTube-nya dengan dalih menambah jumlah subscribe kemudian menyebarkan ke akun facebook-nya. ’’Saya mengunggah video kekerasan itu hanya untuk menaikkan subcriber akun YouTube, video itu saya dapat dari dua teman, kemudian saya edit, terus saya unggah,’’ ungkapnya di depan petugas.

Dirinya mengaku tak mengetahui lokasi kejadian dugaan tawuran remaja putri dalam video yang bertuliskan lokasi Bangsal, Mojokerto, tersebut. ’’Dapatnya dari grup WA sudah ada tulisan seperti itu. Lokasi ini di mana pastinya saya tidak tahu,’’ tambahnya.

Namun, atas peritiwa ini, dirinya dan dua temannya mengaku menyesal. Ketiganya pun mengungkapkan permohonan maaf secara terbuka. Selain apa yang diunggah sudah meresahkan masyarakat, atas unggahannya tersebut juga telah dianggap menyebarkan berita bohong (hoax) di media sosial. ’’Saya minta maaf kepada warga Indonesia, khususnya warga Bangsal Mojokerto karena telah menyebarkan video yang belum tahu kenjelasannya. Saya dan teman-teman tidak akan mengulangi lagi,’’ tandasnya disertai pernyataan bermaterai. 

Penyelidikan viralnya video yang mempertontonkan aksi tawuran yang melibatkan kelompok remaja berusia pelajar di Kabupaten Mojokerto di media sosial (medsos) terus bergulir. Lokasi pasti di mana dan siapa pelakunya hingga detik ini masih misterius.

 

Namun, di balik keresahan masyarakat akibat beredarnya vidio adu jotos dengan tanda lokasi Bangsal, Mojokerto, membuat polisi akhirnya meringkus tiga remaja, Kamis (29/10). Ketiganya yang kini statusnya saksi masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Mojokerto. ’’Tiga remaja ini statusnya selaku pengunggah vidio,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Masing-masing, Dina Fransiska, 19, dan Galuh Fernanda, 21, warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, serta Mukhammad  Soni Dharmawan, 20, warga Dusun Banci, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. ’’Masing-masing dari mereka ini masih dalam tahapan pemeriksaan. Status mereka saat ini sebagai saksi. Dilakukanya pemeriksaan seperti ini untuk pencegahan agar tidak semakin beredar luas,’’ katanya.

Dari serangkaian penenulusuran yang telah dilakukan di lapangan pihaknya menegaskan jika video yang beredar tersebut bukan berada di Kecamatan Bangsal sesuai tertera tanda lokasi Bangsal, Mojokerto. Petugas pun masih melakukan penyelidikan di mana sebenarnya ini terjadi.

Baca Juga :  Benarkan Pria Korban Pembunuhan Adalah Maling Sapi?

Dari hasil pemeriksaan, ketiga pengunggah ini juga  tidak tahu asal video tersebut. Mereka berdalih mendapatkan video dari pesan berantai di aplikasi WhatsApp (WA). Saat itu, salah satu dari saksi ini melihat story WhatsApp salah satu temannya dan mengetahui ada perkelahian antarperempuan. Secara sepihak, salah seorang saksi lain kemudian men-download video itu.

- Advertisement -

Berawal dari situ, lanjut Dony, video kemudian diminta temannya hingga sampai ke tangan Dharmawan, pria asal Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Oleh Dharmawan, video yang tak jelas sumbernya ini diposting ke akun YouTube-nya dengan judul, Tawuran Antar Gen9 Cewek di Bangsal Mojokerto Liar Seperti Binatang. Seketika itu membuat gempar masyarakat.

Para netizen yang mengetahui pun akhirnya saling share dan unduh video tersebut yang berakibat viral. Beredarnya video ini mengharuskan polisi gerak cepat melakukan penyelidikan dan mengamankan tiga remaja. ’’Tujuan meng-upload ke YouTube untuk mendapatkan subscribe sebanyak mungkin untuk di-monetisasi atau daftar penghasilan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Gelapkan 63 Motor Leasing

Dharmawan, pengunggah video sekaligus pemilik akun mengaku, jika dirinya sengaja meng-upload video yang belum jelas muasalnya ke akun YouTube-nya dengan dalih menambah jumlah subscribe kemudian menyebarkan ke akun facebook-nya. ’’Saya mengunggah video kekerasan itu hanya untuk menaikkan subcriber akun YouTube, video itu saya dapat dari dua teman, kemudian saya edit, terus saya unggah,’’ ungkapnya di depan petugas.

Dirinya mengaku tak mengetahui lokasi kejadian dugaan tawuran remaja putri dalam video yang bertuliskan lokasi Bangsal, Mojokerto, tersebut. ’’Dapatnya dari grup WA sudah ada tulisan seperti itu. Lokasi ini di mana pastinya saya tidak tahu,’’ tambahnya.

Namun, atas peritiwa ini, dirinya dan dua temannya mengaku menyesal. Ketiganya pun mengungkapkan permohonan maaf secara terbuka. Selain apa yang diunggah sudah meresahkan masyarakat, atas unggahannya tersebut juga telah dianggap menyebarkan berita bohong (hoax) di media sosial. ’’Saya minta maaf kepada warga Indonesia, khususnya warga Bangsal Mojokerto karena telah menyebarkan video yang belum tahu kenjelasannya. Saya dan teman-teman tidak akan mengulangi lagi,’’ tandasnya disertai pernyataan bermaterai. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/