alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Hotel dan Kos-Kosan Jadi Atensi

Polisi-Satpol PP Antisipasi Penyakit Masyarakat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Razia penyakit masyarakat diintensifkan jelang Ramadan. Pelanggaran tindak asusila hingga mabuk-mabukan jadi sasaran satpol PP dan kepolisian. Hal ini dilakukan guna menjaga kekhusyukan selama bulan puasa.

Upaya menjaga ketenteraman itu dimulai dengan kebijakan penutupan tempat hiburan selama Ramadan. Melalui instruksi wali kota, karaoke hingga tempat biliar diminta berhenti beroperasi sementara. ”Untuk menjaga kekhusyukan bulan Ramadan, kita akan monitoring secara mendadak di hotel dan kos-kosan,” jelas Plh Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono.

Razia tersebut sebagai penertiban terhadap tindak asulisa yang dilakukan pasangan bukan suami istri. Mereka kerap berkeliaran di sejumlah tempat penginapan hotel, homestay, maupun kos-kosan di kota. Menurutnya, razia itu akan digalakkan jelang dan selama Ramadan. ”Siang dan malam kita sidak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kasi Pidsus Kejari Mojokerto Dikabarkan Terjaring OTT Satgas Kejagung

Di samping itu, peredaran miras secara ilegal juga terus diberantas. Khusus jelang Ramadan, penindakan miras jadi atensi serius polisi untuk mengantisipasi gangguan selama bulan suci. ”Miras ilegal yang banyak diedarkan lewat media sosial dan warung-warung itu sedang kita buru,” ujar Kaur Tipiring Ssatsabhara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto.

Penindakan juga menyasar aksi mabuk-mabukan di tempat umum. Patroli rutin kini terus diintensifkan. Lokasi yang kerap jadi ajang pesta miras, seperti kawasan jogging track tepi Sungai Brantas di Jalan Hayam Wuruk jadi pantauan. ”Dari miras bisa berbahaya dan memicu banyak gangguan. Seperti tawuran sampai kecelakaan lalu lintas,” tegasnya. (adi/ron)

Polisi-Satpol PP Antisipasi Penyakit Masyarakat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Razia penyakit masyarakat diintensifkan jelang Ramadan. Pelanggaran tindak asusila hingga mabuk-mabukan jadi sasaran satpol PP dan kepolisian. Hal ini dilakukan guna menjaga kekhusyukan selama bulan puasa.

Upaya menjaga ketenteraman itu dimulai dengan kebijakan penutupan tempat hiburan selama Ramadan. Melalui instruksi wali kota, karaoke hingga tempat biliar diminta berhenti beroperasi sementara. ”Untuk menjaga kekhusyukan bulan Ramadan, kita akan monitoring secara mendadak di hotel dan kos-kosan,” jelas Plh Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono.

Razia tersebut sebagai penertiban terhadap tindak asulisa yang dilakukan pasangan bukan suami istri. Mereka kerap berkeliaran di sejumlah tempat penginapan hotel, homestay, maupun kos-kosan di kota. Menurutnya, razia itu akan digalakkan jelang dan selama Ramadan. ”Siang dan malam kita sidak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Satpol PP dan BNNK Masuki Kamar Kos, Ini yang Terjadi

Di samping itu, peredaran miras secara ilegal juga terus diberantas. Khusus jelang Ramadan, penindakan miras jadi atensi serius polisi untuk mengantisipasi gangguan selama bulan suci. ”Miras ilegal yang banyak diedarkan lewat media sosial dan warung-warung itu sedang kita buru,” ujar Kaur Tipiring Ssatsabhara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto.

Penindakan juga menyasar aksi mabuk-mabukan di tempat umum. Patroli rutin kini terus diintensifkan. Lokasi yang kerap jadi ajang pesta miras, seperti kawasan jogging track tepi Sungai Brantas di Jalan Hayam Wuruk jadi pantauan. ”Dari miras bisa berbahaya dan memicu banyak gangguan. Seperti tawuran sampai kecelakaan lalu lintas,” tegasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/