alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Diperiksa KPK, Ngaku Tak Banyak Tahu

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pengembangan terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Kemarin (29/1) lembaga antirasuah itu memanggil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Orang nomor satu di lingkungan pemkab ini menjalani pemeriksaan selama 2,5 jam. Di ruang pemeriksaan Aula Mapolresta Mojokerto di lantai dua, itu dia dicecar 20 pertanyaan. Fokus pemeriksaan terhadap Pung, begitu dia akrab disapa, perihal aset MKP yang disita KPK, serta keberadaan orang-orang dekat yang diduga terlibat dalam pusaran kasus TPPU.

Mengenakan kemeja putih celana hitam, Pung datang di mapolresta pukul 10.26. Dengan diantar Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto menuju anak tangga menuju aula di lantai dua. Pemeriksaan kali ini berkaitan dengan pengusutan TPPU senilai Rp 82 miliar yang menjerat MKP. ’’Pemeriksaan ini hanya lanjutan. Lanjutan yang dulu. Dulu kan saya pernah dimintai keterangan masalah TPPU-nya Bapak MKP,’’ terang Pungkasiadi, tak lama setelah menuruni anak tangga lantai dua pada pukul 12.49 ini.

Baca Juga :  Ditetapkan Tersangka Korupsi, Didik Hormati Proses Hukum

Materi pemeriksaan, kata dia, tidak jauh berbeda dengan materi pemeriksaan sebelumnya. ’’Ini tadi (kemarin, Red) saya cuma menegaskan saja, karena banyak periode dulu, jadi saya tidak tahu,’’ tegasnya.

Pung menjelaskan, pemeriksaan kali kedua terhadapnya ini tak lain untuk mengulang materi sebelumnya terkait kasus TPPU. Penegasan materi pemeriksaan ini terkait sejumlah aset yang sudah disita KPK. Baik aset bergerak berupa puluhan kendaraan, maupun 40 aset tak bergerak, berupa tanah dan bangunan. Aset-aset tersebut saat ini tengah dalam pengamatan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

Selain itu, Pung juga ditanya soal orang-orang yang terlibat dalam pusaran korupsi. ’’Saya kenal apa tidak? Tapi, periode pertama saya mengaku belum banyak kenal,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kamar Lapas Penuh Sesak

Termasuk sejumlah aset hingga dugaan jual beli jabatan saat periode pertama MKP menjabat sebagai Bupati Mojokerto, pihaknya mengaku tidak tahu menahu. ’’Jadi banyak yang tidak tahu saya. Materinya mengulang saja, dibacakan (penyidik KPK, Red) saja,’’ tegasnya.

Dari pemeriksaan ini, Pung menegaskan, keterangan yang diberikan kepada penyidik dianggap cukup dalam pengusutan TPPU yang ada di Mojokerto. Sehingga potensi untuk diperiksa lagsi sebagai saksi, kecil kemungkinan terjadi. ’’’Insya Allah sudah cukup, tadi (kemarin, Red) saya memberi keterangan soal itu,’’ punglasnya.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto juga turut menjalani pemeriksaan. Di antaranya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mieke Juliastutik, serta empat orang pengusaha asal Jakarta dan rekanan.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pengembangan terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Kemarin (29/1) lembaga antirasuah itu memanggil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Orang nomor satu di lingkungan pemkab ini menjalani pemeriksaan selama 2,5 jam. Di ruang pemeriksaan Aula Mapolresta Mojokerto di lantai dua, itu dia dicecar 20 pertanyaan. Fokus pemeriksaan terhadap Pung, begitu dia akrab disapa, perihal aset MKP yang disita KPK, serta keberadaan orang-orang dekat yang diduga terlibat dalam pusaran kasus TPPU.

Mengenakan kemeja putih celana hitam, Pung datang di mapolresta pukul 10.26. Dengan diantar Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto menuju anak tangga menuju aula di lantai dua. Pemeriksaan kali ini berkaitan dengan pengusutan TPPU senilai Rp 82 miliar yang menjerat MKP. ’’Pemeriksaan ini hanya lanjutan. Lanjutan yang dulu. Dulu kan saya pernah dimintai keterangan masalah TPPU-nya Bapak MKP,’’ terang Pungkasiadi, tak lama setelah menuruni anak tangga lantai dua pada pukul 12.49 ini.

Baca Juga :  KPK Giliran Sentuh BK Desa

Materi pemeriksaan, kata dia, tidak jauh berbeda dengan materi pemeriksaan sebelumnya. ’’Ini tadi (kemarin, Red) saya cuma menegaskan saja, karena banyak periode dulu, jadi saya tidak tahu,’’ tegasnya.

Pung menjelaskan, pemeriksaan kali kedua terhadapnya ini tak lain untuk mengulang materi sebelumnya terkait kasus TPPU. Penegasan materi pemeriksaan ini terkait sejumlah aset yang sudah disita KPK. Baik aset bergerak berupa puluhan kendaraan, maupun 40 aset tak bergerak, berupa tanah dan bangunan. Aset-aset tersebut saat ini tengah dalam pengamatan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

Selain itu, Pung juga ditanya soal orang-orang yang terlibat dalam pusaran korupsi. ’’Saya kenal apa tidak? Tapi, periode pertama saya mengaku belum banyak kenal,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pilkada Kian Dekat, KPK Kembali Telusuri Aset MKP
- Advertisement -

Termasuk sejumlah aset hingga dugaan jual beli jabatan saat periode pertama MKP menjabat sebagai Bupati Mojokerto, pihaknya mengaku tidak tahu menahu. ’’Jadi banyak yang tidak tahu saya. Materinya mengulang saja, dibacakan (penyidik KPK, Red) saja,’’ tegasnya.

Dari pemeriksaan ini, Pung menegaskan, keterangan yang diberikan kepada penyidik dianggap cukup dalam pengusutan TPPU yang ada di Mojokerto. Sehingga potensi untuk diperiksa lagsi sebagai saksi, kecil kemungkinan terjadi. ’’’Insya Allah sudah cukup, tadi (kemarin, Red) saya memberi keterangan soal itu,’’ punglasnya.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto juga turut menjalani pemeriksaan. Di antaranya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mieke Juliastutik, serta empat orang pengusaha asal Jakarta dan rekanan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/