alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Bermotif Sakit Hati, Tukang Las Dihabisi Anak Buah Sendiri

MOJOKERTO – Polres Mojokerto tak membutuhkan waku lama untuk membekuk tersangka pembunuhan Miftachul Huda, 33, asal Dusun Sawahan, Desa/Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

Rentang waktu 10 jam pasca jenazah korban ditemukan di areal persawahan Dusun Kedawung Wetan, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin pagi (29/1). Sore harinya, sekitar 17.00 petugas kepolisian berhasil menangkap dua orang tersangka. Keduanya adalah Nanda dan  Mohammad Soleh asal Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, dua tersangka ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Rolak Songo, Kedunglengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Dia menjelaskan, otak pembunuhan tersebut adalah Nanda yang tak lain merupakan rekan kerja korban di sebuah bengkel las di Desa Canggu, Kecamatan Jetis. “Dalam kesehariannya, korban (Miftachul Huda, Red) adalah atasan daripada tersangka ND (Nanda),” ungkapnya saat press realease di mapolres, Selasa siang (30/1) tadi.

Baca Juga :  Minim Vaksinator, Tim Polresta Diterjunkan

Leonardus menyatakan, kronologi pembunuhan tersebut berlatarbelakang sakit hati. Karena selama bekerja, Nanda merasa sering dipermalukan Miftachul Huda di depan rekan kerja. “Kesehariannya, ND sering dimarahi dan dipermalukan di depan rekan-rekannya,” terang perwira yang akrab disapa Leo ini. Sehingga, Nanda merasa dendam dan diam-diam berniat untuk menghabisi nyawa atasannya itu.

Sebelumnya, warga Dusun Kedawung Wetan, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tewas dalam kondisi mengenaskan di areal persawahan, Senin (29/1).

Di tubuh korban diketahui bernama Miftachul Huda ini terdapat sejumlah luka bacokan. Polisi menyebut, korban tewas dalama kondisi tubuh bercampur lumpur diduga korban pembunuhan.

“Dugaan awal, korban pembunuhan,” kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery, Senin (29/1). Kali pertama korban tewas diketahui warga sekitar pukul 06.00. Saat itu, warga sedang melintas dan melihat korban dalam posisi tergeletak di areal persawahan bercampur lumpur. 

Baca Juga :  Sambar Truk Mogok, Pemotor Tewas

MOJOKERTO – Polres Mojokerto tak membutuhkan waku lama untuk membekuk tersangka pembunuhan Miftachul Huda, 33, asal Dusun Sawahan, Desa/Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

Rentang waktu 10 jam pasca jenazah korban ditemukan di areal persawahan Dusun Kedawung Wetan, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin pagi (29/1). Sore harinya, sekitar 17.00 petugas kepolisian berhasil menangkap dua orang tersangka. Keduanya adalah Nanda dan  Mohammad Soleh asal Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, dua tersangka ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Rolak Songo, Kedunglengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Dia menjelaskan, otak pembunuhan tersebut adalah Nanda yang tak lain merupakan rekan kerja korban di sebuah bengkel las di Desa Canggu, Kecamatan Jetis. “Dalam kesehariannya, korban (Miftachul Huda, Red) adalah atasan daripada tersangka ND (Nanda),” ungkapnya saat press realease di mapolres, Selasa siang (30/1) tadi.

Baca Juga :  Suami Lolos, Pelaku Aborsi Terancam 15 Tahun Penjara

Leonardus menyatakan, kronologi pembunuhan tersebut berlatarbelakang sakit hati. Karena selama bekerja, Nanda merasa sering dipermalukan Miftachul Huda di depan rekan kerja. “Kesehariannya, ND sering dimarahi dan dipermalukan di depan rekan-rekannya,” terang perwira yang akrab disapa Leo ini. Sehingga, Nanda merasa dendam dan diam-diam berniat untuk menghabisi nyawa atasannya itu.

Sebelumnya, warga Dusun Kedawung Wetan, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tewas dalam kondisi mengenaskan di areal persawahan, Senin (29/1).

- Advertisement -

Di tubuh korban diketahui bernama Miftachul Huda ini terdapat sejumlah luka bacokan. Polisi menyebut, korban tewas dalama kondisi tubuh bercampur lumpur diduga korban pembunuhan.

“Dugaan awal, korban pembunuhan,” kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery, Senin (29/1). Kali pertama korban tewas diketahui warga sekitar pukul 06.00. Saat itu, warga sedang melintas dan melihat korban dalam posisi tergeletak di areal persawahan bercampur lumpur. 

Baca Juga :  Polisi Buru Komplotan Illegal Logging, Satu Tertangkap

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/