alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Sita 125 Botol Miras dari Warkop

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi menyita 125 botol miras yang dijual secara ilegal di sejumlah warung kopi (warkop) di Mojokerto Raya. Razia ini dilakukan guna mengantisipasi pesta miras pada momen pergantian tahun.

Senin petang (27/12), Polres Mojokerto Kota berhasil mengamankan 118 botol miras ilegal berbagai jenis. Mulai dari bir hitam, arak Jawa, hingga miras dengan merek terkenal. Ratusan botol miras ini merupakan hasil operasi di tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Dlanggu, Puri, dan Mojoanyar. ’’Barang bukti ini kita amankan dari warung-warung yang dicurigai menyediakan miras,’’ kata Kasatnarkoba Polres Mojokerto AKP Bangkit Dananjaya yang menimpin razia.

Barang bukti paling banyak disita dari sebuah warkop di Dusun Sumberingin, Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu. Di tempat milik Kasdi ini, pihaknya mengamankan 105 botol bir.

Baca Juga :  10 Narapidana Positif HIV/AIDS

Razia dilakukan sesuai dengan Perda Kabupaten Mojokerto Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Para penjual miras tersebut ditindak karena mengedarkan miras tanpa memiliki surat izin alias ilegal.

Petugas hanya menyita barang bukti miras yang dijual. Sedangkan para penjual tak diamankan. Mereka sebatas diberi teguran dan diminta membuat surat penyataan. ’’Karena mereka mengaku baru pertama kali menjual miras. Jadi untuk sementara peringatan saja dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi,’’ jelas Kasatsabhara Polres Mojokerto AKP Suwarso.

Di kota, razia miras ilegal menyasar warung-warung di Kecamatan Magersari, Selasa siang (28/12). Kapolsek Magersari Kompol Bambang Soegiharto menjelaskan, pihaknya menyita tujuh botol arak putih dan oplosan dari warung yang berada di Jalan Kedungsari dan Jalan Benteng Pancasila. Selain dijual dengan kemasan botol bekas air mineral, banyak miras oplosan yang dikemas dalam plastik. ’’Oplosannya ini dengan air putih dan ada juga yang dengan minuman energi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Keuntungan untuk Modal Usaha, Beli Tanah, Mobil dan Nikah Lagi

Disebutnya, jelang tahun baru peredaran miras terus diantisipasi. Sebab, momen pergantian tahun kerap diwarnai dengan aksi seperti pesta miras. Pemberantasan dilakukan untuk mencegah potensi ganguan keamanan dan ketertiban tersebut. ’’Operasi ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi momen pergantian tahun,’’ tegas Bambang. (adi/abi)

 

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polisi menyita 125 botol miras yang dijual secara ilegal di sejumlah warung kopi (warkop) di Mojokerto Raya. Razia ini dilakukan guna mengantisipasi pesta miras pada momen pergantian tahun.

Senin petang (27/12), Polres Mojokerto Kota berhasil mengamankan 118 botol miras ilegal berbagai jenis. Mulai dari bir hitam, arak Jawa, hingga miras dengan merek terkenal. Ratusan botol miras ini merupakan hasil operasi di tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Dlanggu, Puri, dan Mojoanyar. ’’Barang bukti ini kita amankan dari warung-warung yang dicurigai menyediakan miras,’’ kata Kasatnarkoba Polres Mojokerto AKP Bangkit Dananjaya yang menimpin razia.

Barang bukti paling banyak disita dari sebuah warkop di Dusun Sumberingin, Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu. Di tempat milik Kasdi ini, pihaknya mengamankan 105 botol bir.

Baca Juga :  PSK Asal Luar Kota Terjaring Razia

Razia dilakukan sesuai dengan Perda Kabupaten Mojokerto Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Para penjual miras tersebut ditindak karena mengedarkan miras tanpa memiliki surat izin alias ilegal.

Petugas hanya menyita barang bukti miras yang dijual. Sedangkan para penjual tak diamankan. Mereka sebatas diberi teguran dan diminta membuat surat penyataan. ’’Karena mereka mengaku baru pertama kali menjual miras. Jadi untuk sementara peringatan saja dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi,’’ jelas Kasatsabhara Polres Mojokerto AKP Suwarso.

Di kota, razia miras ilegal menyasar warung-warung di Kecamatan Magersari, Selasa siang (28/12). Kapolsek Magersari Kompol Bambang Soegiharto menjelaskan, pihaknya menyita tujuh botol arak putih dan oplosan dari warung yang berada di Jalan Kedungsari dan Jalan Benteng Pancasila. Selain dijual dengan kemasan botol bekas air mineral, banyak miras oplosan yang dikemas dalam plastik. ’’Oplosannya ini dengan air putih dan ada juga yang dengan minuman energi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Masuk Kota, 19 Truk Ditilang
- Advertisement -

Disebutnya, jelang tahun baru peredaran miras terus diantisipasi. Sebab, momen pergantian tahun kerap diwarnai dengan aksi seperti pesta miras. Pemberantasan dilakukan untuk mencegah potensi ganguan keamanan dan ketertiban tersebut. ’’Operasi ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi momen pergantian tahun,’’ tegas Bambang. (adi/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/