alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Motor Berhenti di Tengah Jalur Bikin Macet

MOJOKERTO – Fenomena kemacetan di traffic light simpang lima Kenanten dari arah Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar menuju arah Kota Mojokerto masih seringkali terjadi.

Penyebabnya, banyak pengendara sepeda motor berhenti saat lampu merah, namun tidak pada lajurnya. Tak jarang sebagian lajur kiri tertutup kendaraan yang berhenti, terutama pengguna kendaraan roda dua. Sehingga, bus, truk, atau mobil pribadi yang hendak menuju ke arah Jombang tidak bisa tidak bisa bergerak.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Jumat (28/12) pada lajur tersebut terutama saat jam berangkat dan pulang kerja, banyak pengendara motor berhenti saat lampu merah, namun tidak pada lajurnya. Yaitu, melebihi pembatas jalur kendaraan yang hendak berbelok ke arah Jombang.

Baca Juga :  Polisi Usut Dana Covid-19

Sehingga, tak jarang kendaraan dari arah yang sama tidak bisa melintas. Bahkan, kendaraan yang harusnya bisa melintas di lajur dan belok kiri ke arah Jombang terkadang harus menunggu lampu hijau menyala. Dengan demikian, kemacetan tidak dapat dihindari.

Tak hanya itu, ada juga pemotor yang berhenti saat lampu merah di depan Kantor Sekretariat DPC PKB Kabupaten Mojokerto di Desa Kenanten, Kecamatan Puri. Saat traffic light menunjukkan lampu hijau, pengendara motor yang hendak menuju arah kota maupun Surabaya terkadang langsung nyelonong mengambil lajur kiri tanpa melihat kendaraan di belakangnya.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Irwan Rizki Prakoso mengungkapkan, memang fenomena tersebut diakuinya sering terjadi. Pihaknya sebenarnya sudah sering menindak atau menegur pengendara yang menjadi pemicu kemacetan tersebut.

Baca Juga :  Dor! Polisi Lubangi Spesialis Curi Motor

Namun, di sisi lain dia tidak membantah volume jalan yang sempit tidak sebanding dengan kepadatan kendaraan. ”Nanti 2019 dari pihak terkait sudah ada perencanaan pelebaran jalan,” katanya. Sementara ini, pihaknya hanya bisa mengharapkan kesadaran dari pengendara agar mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

Dengan tidak saling serobot atau menepi di jalur kiri yang notabene jalur jalan terus berbelok ke arah Jombang. ”Ini demi kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (sad)

 

MOJOKERTO – Fenomena kemacetan di traffic light simpang lima Kenanten dari arah Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar menuju arah Kota Mojokerto masih seringkali terjadi.

Penyebabnya, banyak pengendara sepeda motor berhenti saat lampu merah, namun tidak pada lajurnya. Tak jarang sebagian lajur kiri tertutup kendaraan yang berhenti, terutama pengguna kendaraan roda dua. Sehingga, bus, truk, atau mobil pribadi yang hendak menuju ke arah Jombang tidak bisa tidak bisa bergerak.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Jumat (28/12) pada lajur tersebut terutama saat jam berangkat dan pulang kerja, banyak pengendara motor berhenti saat lampu merah, namun tidak pada lajurnya. Yaitu, melebihi pembatas jalur kendaraan yang hendak berbelok ke arah Jombang.

Baca Juga :  Pelaku Masih Kerabat

Sehingga, tak jarang kendaraan dari arah yang sama tidak bisa melintas. Bahkan, kendaraan yang harusnya bisa melintas di lajur dan belok kiri ke arah Jombang terkadang harus menunggu lampu hijau menyala. Dengan demikian, kemacetan tidak dapat dihindari.

- Advertisement -

Tak hanya itu, ada juga pemotor yang berhenti saat lampu merah di depan Kantor Sekretariat DPC PKB Kabupaten Mojokerto di Desa Kenanten, Kecamatan Puri. Saat traffic light menunjukkan lampu hijau, pengendara motor yang hendak menuju arah kota maupun Surabaya terkadang langsung nyelonong mengambil lajur kiri tanpa melihat kendaraan di belakangnya.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Irwan Rizki Prakoso mengungkapkan, memang fenomena tersebut diakuinya sering terjadi. Pihaknya sebenarnya sudah sering menindak atau menegur pengendara yang menjadi pemicu kemacetan tersebut.

Baca Juga :  Generasi Kreatif Berbekal Literasi dan Budidaya Tanaman

Namun, di sisi lain dia tidak membantah volume jalan yang sempit tidak sebanding dengan kepadatan kendaraan. ”Nanti 2019 dari pihak terkait sudah ada perencanaan pelebaran jalan,” katanya. Sementara ini, pihaknya hanya bisa mengharapkan kesadaran dari pengendara agar mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

Dengan tidak saling serobot atau menepi di jalur kiri yang notabene jalur jalan terus berbelok ke arah Jombang. ”Ini demi kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (sad)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/