alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Krim Pemutih Produksi Rahajeng Ratnasari Dimusnahkan

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto memusnahkan ratusan paket kosmetik palsu, Kamis (28/11). Kosmetik senilai puluhan juta ini merupakan hasil penyitaan dari rumah produksi Rahajeng Ratnasari, warga Panggreman II, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kajari Kota Mojokerto Halila Rama Purnama mengatakan, kosmetik palsu ini dimusnahkan setelah kasusnya dinyatakan inkracht. ’’Semua yang kita musnahkan, telah memiliki kekuatan hukum tetap,’’ ujarnya. Kasus Rahajeng atau yang akrab disapa Sari, telah rampung menjalani masa hukuman di Lapas Kelas II B Mojokerto. Ia telah dipenjara selama 5 bulan, dan denda Rp 200 juta karena terbukti meracik berbagai bahan kecantikan dan dijual tanpa mengantongi izin edar.

Deretan kosmetik yang dimusnahkan kejari itu di antaranya 50 botol lotion, 24 pot kosmetik merek whitening dermacare, 33 pot kosmetik merek R glow whitening, 10 botol kosmetik blicing merek Jasmin, dan 13 botol kosmetik sabun muka tanpa merek warna oranye. Selain itu, kosmetik toner whitening dermacare warna kuning sebanyak 12 botol, toner whitening dermacare warna biru sebanyak 13 botol, 14 botol serum gold merek dermacare, dan 11 botol kosmetik sabun muka tanpa merek. Serta, ratusan kemasan yang belum terpakai.

Baca Juga :  Bandel, Ruko Bodong Dua Kali Disegel

Kosmetik palsu ini sangat membahayakan pemakainya. Karena, krim tersebut mengandung merkuri tinggi serta tak mengantongi izin edar dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). Tak hanya memusnahkan ratusan botol kosmetik. Korps Adhyaksa juga memusnahkan barang bukti dari 50 perkara lain sepanjang tahun 2019. Di antaranya, kasus narkotika, pencabulan dan perjudian. 

Dalam kasus narkoba, kejari memusnahkan sabu-sabu seberat 389,112 gram. ’’Untuk wilayah dengan tiga kecamatan seperti ini, menurut saya sudah cukup banyak,’’ imbuhnya. Tak kalah tinggi, terkait kasus peredaran pil double L. Sebanyak 10.217 butir dimusnahkan. Halila menegaskan, dari 50 perkara yang sudah inkracht, kasus narkoba mendominasi sekitar 70 persen. Bahkan, angka ini cenderung mengalami kenaikan dibanding tahun 2018 lalu.

Baca Juga :  Antre Bongkar Muat, Sopir Truk Tewas

Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan ini disaksikan sejumlah pejabat teras. Di antaranya, Sekdakot Harlistyati, Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsih, Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Julian Kamdo Waroka, hingga Kapolsek Magersari Kompol Sulkan.

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto memusnahkan ratusan paket kosmetik palsu, Kamis (28/11). Kosmetik senilai puluhan juta ini merupakan hasil penyitaan dari rumah produksi Rahajeng Ratnasari, warga Panggreman II, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kajari Kota Mojokerto Halila Rama Purnama mengatakan, kosmetik palsu ini dimusnahkan setelah kasusnya dinyatakan inkracht. ’’Semua yang kita musnahkan, telah memiliki kekuatan hukum tetap,’’ ujarnya. Kasus Rahajeng atau yang akrab disapa Sari, telah rampung menjalani masa hukuman di Lapas Kelas II B Mojokerto. Ia telah dipenjara selama 5 bulan, dan denda Rp 200 juta karena terbukti meracik berbagai bahan kecantikan dan dijual tanpa mengantongi izin edar.

Deretan kosmetik yang dimusnahkan kejari itu di antaranya 50 botol lotion, 24 pot kosmetik merek whitening dermacare, 33 pot kosmetik merek R glow whitening, 10 botol kosmetik blicing merek Jasmin, dan 13 botol kosmetik sabun muka tanpa merek warna oranye. Selain itu, kosmetik toner whitening dermacare warna kuning sebanyak 12 botol, toner whitening dermacare warna biru sebanyak 13 botol, 14 botol serum gold merek dermacare, dan 11 botol kosmetik sabun muka tanpa merek. Serta, ratusan kemasan yang belum terpakai.

Baca Juga :  Modus Kaki Buntung, Mendadak Lari Saat Hendak Ditangkap Petugas

Kosmetik palsu ini sangat membahayakan pemakainya. Karena, krim tersebut mengandung merkuri tinggi serta tak mengantongi izin edar dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). Tak hanya memusnahkan ratusan botol kosmetik. Korps Adhyaksa juga memusnahkan barang bukti dari 50 perkara lain sepanjang tahun 2019. Di antaranya, kasus narkotika, pencabulan dan perjudian. 

Dalam kasus narkoba, kejari memusnahkan sabu-sabu seberat 389,112 gram. ’’Untuk wilayah dengan tiga kecamatan seperti ini, menurut saya sudah cukup banyak,’’ imbuhnya. Tak kalah tinggi, terkait kasus peredaran pil double L. Sebanyak 10.217 butir dimusnahkan. Halila menegaskan, dari 50 perkara yang sudah inkracht, kasus narkoba mendominasi sekitar 70 persen. Bahkan, angka ini cenderung mengalami kenaikan dibanding tahun 2018 lalu.

Baca Juga :  Lansia Nekat Kendat di Pohon Mangga

Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan ini disaksikan sejumlah pejabat teras. Di antaranya, Sekdakot Harlistyati, Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsih, Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Julian Kamdo Waroka, hingga Kapolsek Magersari Kompol Sulkan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/