25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Tuding Panitia Utak-atik Skor, Seleksi Sekdes Mojokembang Pacet Tuai Polemik

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polemik proses seleksi sekretaris desa (sekdes) Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terus bergulir. Salah satu calon sekdes menuding panitia mengotak-atik skor ujian dan menyoroti kinerja tim pengawas kabupaten yang tidak optimal sejak proses seleksi digelar.

Pihak yang keberatan digelarnya ujian ulang ialah Afif Maulana Malik. Yang rencananya akan menjalani ujian ulang lantaran skor ujiannya dianggap draw dengan Amalia Eki Ramadanti. Meski ujian ulang telah ditangguhkan, ada sejumlah kejanggalan yang terjadi pada selama proses seleksi.

Utamanya terkait dugaan utak-atik skor yang diperoleh Afif. Yakni adanya kesalahan pada soal mata uji Matematika. Yang akhirnya skor Afif ditambah usai melayangkan protes pada panitia. Namun, perubahan nilai itu dilakukan panitia seleksi dan pihak kecamatan tanpa dihadiri peserta. ”Jadi indikasinya ada pengkondisian. Seolah utak-atik nilai ini semaunya sendiri karena peserta tidak dihadirkan. Dan, tidak ada BAP setelah itu,” ujar Matyatim, kuasa hukum Afif.

Menurutnya, letak kejanggalan yang kentara ada pada skor Amalia. Kata Matyatim, seharusnya skor ujiannya dikurangi. ”Jawaban Afif di No 77 akhirnya dibenarkan dan kecamatan mengakui ada kesalahan. Anehnya, skor peserta lain tidak dikurangi walaupun akhirnya jadi salah,” ungkapnya. Menurutnya, hal tersebut menjadi kesalahan fatal pada proses seleksi perangkat desa.

Baca Juga :  Dua Pekan, 681 Pelanggar Ditilang Mobil INCAR

Pihaknya juga turut menyoroti pengawalan proses seleksi oleh tim pengawas kabupaten yang sejauh ini dinilai tidak optimal. Sebab, tim lintas OPD di lingkup pemkab itu tidak hadir mengawal proses seleksi. ”Saya tanya panitia. Apakah tim pengawas kabupaten hadir mengawal sejak awal? Jawabnya tidak sama sekali. Jelas ini menyalahi Pasal 17 Perbup No 85 Tahun 2018 tentang Perangkat Desa. Dimana pengawas kabupaten jadi mediator,” urainya.

Dalam waktu dekat, pihaknya bakal melakukan audiensi dengan tim pengawas kabupaten. Di situ, pihaknya bakal terus menolak ujian ulang dalam tahapan seleksi tersebut. Sebab, tidak ada aturan yang melandasi digelarnya ujian ulang. ”Dalam perbup (No 85 Tahun 2018 tentang Perangkat Desa) itu sudah jelas, adanya cuma ujian tambahan. Apalagi, skor Afif ini dianggap sama (draw) oleh panitia. Padahal terminologi nilai dianggap sama ini sangat berbeda dengan faktanya,” tuturnya.

Baca Juga :  Penindakan Hukum Harus Menjadi Upaya Terakhir

Hal senada diungkap HI, salah satu orang tua peserta seleksi. Sembari menunggu hasil rekomendasi tim pengawas kabupaten, pihaknya tengah berancang-ancang melangkah. Meski begitu, pihaknya berharap tim pengawas kabupaten bisa mengambil keputusan sesuai aturan yang berlaku. Sehingga proses seleksi bisa berlangsung secara fair. ”Menunggu hasil rekomendasinya dulu. Keputusannya sesuai aturan apa tidak, setelah itu kami ambil langkah. Semoga saja hasilnya sesuai peraturan, biar semua jelas,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Pacet Agus Subiyanto mengatakan, kelanjutan dari penangguhan proses seleksi sekdes ini menunggu rekomendasi tim pengawas kabupaten. Diakuinya, pihaknya belum bisa berbuat banyak sebelum mengantongi hasil rekomendasi dari pemkab. ”Panitia (seleksi) akan ikut audiensi. Kami masih menunggu hasil rekomendasinya seperti apa. Baru setelah itu ditindaklanjuti,” sebutnya, kemarin. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/